Rela Rogoh Kocek Untuk Buat Jembatan Penghubung
Medialampung.co.id — Sebagai upaya untuk memudahkan akses transportasi masyarakat dalam beraktivitas setiap hari. Marhadin (63) salah satu warga Pekon Way Napal, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) rela merogoh koceknya untuk membuat jembatan penghubung di jalan lingkar Pekon setempat.
Menurut Marhadin, dirinya berkeinginan membuat jembatan penghubung berlantai papan kayu dan bambu sepanjang 53 meter dengan lebar dua meter lebih itu hanya untuk membantu masyarakat yang hendak melintas di jalan lingkar Pekon setempat sekaligus jalan menuju pantai wisata di wilayah tersebut.
“Karena sudah sejak lama di lokasi aliran sungai Way Mayah ini belum pernah ada dibangun jembatan permanen,” katanya, Rabu (22/12).
Padahal, kata dia, akses jalan rabat beton dan akses jalan hotmix sudah ada, bahkan merupakan akses menuju kantor Kecamatan dan Puskesmas Krui Selatan. Dengan tidak ada jembatan penghubung itu menjadi salah satu kendala masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
“Dengan tidak adanya jembatan penghubung di jalan lingkar Pekon ini masyarakat harus memutar hendak menuju kantor Kecamatan dan sebaliknya,” jelasnya.
Tapi, kata dia, kini masyarakat bisa lebih dekat dan mudah dengan melalui jembatan penghubung yang saat ini juga sudah bisa dilintasi kendaraan khususnya kendaraan roda dua. Meski masih dalam pengerjaan, namun itu sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Kita mengerjakan pembuatan jembatan ini sudah sekitar dua bulan, sedangkan untuk membeli bahan-bahan bangunan seperti papan, bambu, dan lainnya, hingga ongkos pekerja itu kira-kira sudah habis sekitar Rp10 juta,” ungkapnya.
Masih kata dia, semua dana untuk membuat jembatan penghubung ini merupakan dana pribadinya. Kedepan pihaknya berharap mendapat perhatian dari Pemerintah, sehingga jembatan penghubung di jalan lingkar Pekon itu dibangun secara permanen, karena itu merupakan harapan masyarakat sejak lama. Namun belum pernah terealisasi, sehingga dirinya terketuk agar di lokasi ini bisa dibuat jembatan, walaupun dengan menggunakan bahan seadanya, dan setidaknya bisa dilalui kendaraan roda dua.
“Kita berharap masyarakat yang melintasi jembatan penghubung ini bisa merawat dan menjaganya, karena ini merupakan satu-satunya akses penghubung di wilayah ini,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




