15 Musibah Kebakaran Terjadi Selama 2021 di Pesbar
Medialampung.co.id - Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP-Damkar) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) selama tahun 2021 telah mencatat terdapat 15 musibah kebakaran di Kabupaten Pesbar, baik kebakaran ringan hingga kebakaran berat. Selain itu, juga menangani tiga kejadian lainnya (non kebakaran) yang menjadi tanggung jawab Satpol PP-Damkar setempat.
Plt.Kasatpol PP-Damkar Kabupaten Pesbar, Cahyadi Moeis, mengatakan, musibah kebakaran setiap tahun di wilayah Kabupaten Pesbar kerap terjadi. Bahkan, selama tahun 2021 hingga kini tercatat ada 15 kejadian kebakaran, baik kebakaran rumah dan ruko yang tersebar di beberapa Kecamatan. Selain itu juga ada tiga kejadian non kebakaran yakni penanganan sarang lebah di dua lokasi yang membahayakan warga.
“Serta melakukan pertolongan terhadap warga karena cincin yang dikenakan tidak bisa dilepas. Warga menghubungi petugas Damkar untuk minta pertolongan,” katanya, Senin (13/12).
Dijelaskannya, terkait dengan musibah kebakaran yang terjadi selama tahun 2021 itu rata-rata disebabkan karena arus pendek (korsleting) listrik. Sehingga, kondisi itu harus menjadi perhatian terutama bagi warga pemilik rumah untuk rutin melakukan pengecekan kabel jaringan listrik maupun instalasi listrik yang ada di dalam rumah.
“Pengecekan jaringan ataupun instalasi listrik dalam rumah diharapkan bisa rutin, karena ini sebagai pencegahan dan antisipasi bersama dengan harapan kedepan itu juga bisa meminimalisir terjadinya musibah kebakaran,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga tetap mengimbau masyarakat untuk tidak lalai di rumahnya, misalnya meninggalkan rumah dengan kondisi kompor gas yang masih menyala ataupun tungku kayu yang masih hidup, dan hal-hal lainnya yang menyebabkan kebakaran. Hal ini harus menjadi perhatian masyarakat, terutama yang memiliki bangunan rumah di lokasi padat penduduk.
“Antisipasi tentu sangat penting, karena itu mudah-mudahan kedepan musibah kebakaran yang terjadi di Kabupaten Pesbar ini tidak meningkat, bahkan jangan sampai terjadi kembali seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, kata Cahyadi, Pemkab Pesbar dalam penanganan musibah kebakaran tentu akan tetap dimaksimalkan, meski hanya memiliki dua mobil damkar yang disiapkan di posko Kecamatan Ngambur dan posko Kecamatan Pesisir Tengah. Kedepan, Pemkab tetap berupaya menambah mobil damkar dan prasarana lainnya dalam mendukung penanganan untuk mengantisipasi dan penanganan saat terjadi musibah kebakaran.
“Kita berharap masyarakat saat terjadi musibah kebakaran di wilayahnya untuk membantu petugas pemadam kebakaran dalam melakukan pemadaman, sehingga akan lebih memudahkan petugas,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




