Proses Sejarah Perumusan Teks Sumpah Pemuda
Kronologi lengkap penyusunan dan pengesahan teks Sumpah Pemuda tahun 1928-Ilustrasi Gemini AI-
Namun semangat pemuda membuat seluruh kendala dapat diatasi. Mereka bertekad menghasilkan rumusan yang tegas tentang persatuan bangsa.
BACA JUGA:Kopi, Otak, dan Produktivitas: Antara Mitos dan Fakta Ilmiah
Tokoh Perumus Sumpah Pemuda
Peran Mohammad Yamin
Mohammad Yamin menjadi tokoh sentral dalam penyusunan gagasan naskah sumpah. Ia dikenal piawai berdiplomasi dan memiliki pandangan tajam terhadap konsep kebangsaan.
Dalam rapat-rapat kecil, Yamin mengajukan rumusan satu bangsa, satu tanah air, dan satu bahasa. Gagasannya diterima sebagai fondasi kalimat yang kemudian menjadi batang tubuh teks Sumpah Pemuda.
BACA JUGA:Fenomena Aurora: Seni Alam dari Kutub Bumi
Peran Soegondo Djojopoespito
Sebagai ketua kongres, Soegondo Djojopoespito memastikan semua pihak mendapat ruang bicara. Tugasnya berat karena harus menjaga kesatuan pandangan agar tidak terpecah oleh kepentingan organisasi masing-masing. Keahliannya memimpin forum membuat proses perumusan berjalan kondusif hingga mencapai keputusan final.
Peran W.R. Supratman
W.R. Supratman menjadi pengikat emosional kongres melalui lagu Indonesia Raya. Setelah membawakan lagu itu, suasana kongres menyatu dalam getaran kebersamaan. Musik memperkuat kalimat yang dirumuskan pemuda, seolah menjadi suara hati masyarakat Indonesia yang haus kemerdekaan.
BACA JUGA:Kisah Vaksin Pertama: Bagaimana Dunia Melawan Wabah
Kronologi Kongres Pemuda Kedua
Hari Pertama 27 Oktober 1928
Kongres dibuka di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond. Pembahasan hari pertama menyoroti pentingnya persatuan dalam pendidikan.
Pemuda berpendapat bahwa pengajaran yang menanamkan cinta bangsa harus digalakkan untuk menyatukan generasi muda.
BACA JUGA:Leonardo da Vinci: Ilmuwan, Seniman, dan Penemu Zaman Renaissance
Hari Kedua 28 Oktober 1928
Pada sesi kedua di Gedung Oost-Java Bioscoop, diskusi mengarah pada persatuan budaya.
Keberagaman adat justru dipandang sebagai modal bangsa, bukan penghalang.
Kesadaran ini menjadi bahan penting dalam penyusunan rumusan sumpah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
