BNPB Catat Lonjakan Korban Banjir dan Longsor di Sumatera, Korban Tewas Capai 1.138 Orang

BNPB Catat Lonjakan Korban Banjir dan Longsor di Sumatera, Korban Tewas Capai 1.138 Orang

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari-Foto Youtube BNPB-

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lonjakan signifikan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera.

Hingga Sabtu, 27 Desember 2025, total korban jiwa yang terkonfirmasi meninggal dunia mencapai 1.138 orang, menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu bencana dengan dampak kemanusiaan paling besar dalam beberapa waktu terakhir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan perkembangan terbaru tersebut dalam konferensi pers yang digelar secara daring.

Ia menegaskan bahwa peningkatan jumlah korban meninggal dunia menjadi duka mendalam bagi seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat luas.

BACA JUGA:Tasya Farasya Akhiri Rumah Tangga, Unggah Momen Terakhir Bersama Ahmad Assegaf

“Per hari ini, jumlah korban jiwa tercatat meningkat menjadi 1.138 orang. Kami turut berbelasungkawa dan menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga para korban,” ujar Abdul.

Selain korban meninggal dunia, BNPB juga mencatat masih adanya warga yang dinyatakan hilang akibat bencana banjir dan longsor di berbagai daerah.

Hingga laporan terbaru, jumlah korban yang belum ditemukan mencapai 163 jiwa.

Proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan dengan mengerahkan personel dan peralatan, meski dihadapkan pada tantangan medan dan cuaca.

BACA JUGA:Tenggelam di Aliran Sungai Gerday, Remaja Warga Negeriratu Ditemukan Meninggal

Dampak bencana tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

BNPB mencatat sebanyak 449.846 jiwa saat ini berada dalam kondisi mengungsi, baik di lokasi pengungsian resmi maupun secara mandiri ke rumah sanak keluarga dan kerabat terdekat demi keselamatan.

“Sebanyak 449.846 jiwa saat ini berada dalam kondisi mengungsi, baik di lokasi pengungsian resmi maupun mengungsi secara mandiri ke rumah sanak keluarga atau kerabat,” jelas Abdul.

Dari sisi penetapan status kebencanaan, Abdul mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 19 kabupaten dan kota telah menetapkan status transisi darurat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: