Gaji Petugas Kebersihan Lampung Utara Dipotong, THR Nihil
ILUSTRASI: Ratusan petugas kebersihan di Lampung Utara keluhkan pemotongan gaji jelang Lebaran.--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Ratusan petugas kebersihan di Kabupaten Lampung Utara mengeluhkan pemotongan gaji hingga 15 persen menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Selain itu, mereka juga mengaku tidak menerima tunjangan hari raya (THR) pada 2026.
Keluhan ini mencuat pada Selasa (24/3/2026). Para pekerja menyayangkan kebijakan tersebut karena dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, terutama di tengah kebutuhan meningkat jelang Lebaran.
Salah satu petugas berinisial S (30) mengatakan, sebelumnya gaji penyapu jalan berkisar Rp1,15 juta per bulan. Sementara untuk sopir dan kernet mencapai sekitar Rp1,25 juta.
Namun menjelang H-2 Idul Fitri, nominal tersebut mendadak berkurang. Gaji penyapu turun menjadi sekitar Rp1,025 juta, sedangkan sopir dan kernet menjadi Rp1,1 juta per bulan.
Menurut S, pemotongan gaji itu terjadi dalam dua bulan terakhir. Ia mengaku tidak pernah mendapat penjelasan resmi terkait alasan kebijakan tersebut.
“Kami tidak pernah diberi tahu. Tiba-tiba gaji dipotong. Bahkan tahun ini tidak ada THR sama sekali,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia menegaskan, tidak dipenuhinya THR sebenarnya masih bisa dimaklumi. Namun pemotongan gaji tanpa kejelasan dinilai tidak adil bagi para pekerja lapangan.
“Kami tidak masalah kalau tidak ada THR, tapi jangan juga gaji kami dipotong tanpa kejelasan,” tambahnya.
Para petugas mengaku telah mempertanyakan hal tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara. Namun mereka justru mendapat penjelasan bahwa pemotongan dilakukan oleh pihak ketiga.
Sayangnya, hingga kini tidak ada kejelasan mengenai identitas maupun kebijakan pihak ketiga tersebut. Para pekerja mengaku tidak pernah menerima sosialisasi ataupun pemberitahuan resmi.
Kondisi ini membuat mereka merasa dirugikan dan tidak diperlakukan secara manusiawi. Terlebih kebijakan itu muncul menjelang Lebaran, saat kebutuhan ekonomi meningkat.
“Seharusnya ada pemberitahuan. Ini momen Lebaran, mestinya ada kebijakan yang lebih berpihak,” kata S.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lampung Utara, Ina Sulistya, belum berhasil dikonfirmasi terkait pemotongan gaji tersebut hingga berita ini diterbitkan.
Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut kesejahteraan pekerja sektor kebersihan yang berperan penting dalam menjaga lingkungan. Kejelasan kebijakan dan transparansi dari pihak terkait diharapkan segera diberikan untuk meredam keresahan para petugas.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



