Parosil Mabsus Ajak Warga Lestarikan Tradisi Malaman Buka Dibi
Bupati Lambar Parosil Mabsus ikut meriahkan pawai obor malam takbiran idul fitri di Kecamtan Kebuntebu. Foto : dok--
“Saya mengharapkan kaum milenial melestarikan budaya yang ada di Lampung Barat. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Tradisi ini harus terus hidup dari generasi ke generasi,” pungkasnya.
Malam Malaman Buka Dibi sendiri memang selalu menghadirkan nuansa berbeda di tengah masyarakat. Selain menjadi simbol penyambutan Hari Kemenangan, tradisi ini juga mempererat hubungan antarwarga. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berkumpul bersama di depan rumah, menyaksikan nyala api dari tumpukan batok kelapa sambil bercengkerama dan menikmati suasana malam takbiran dengan penuh sukacita.
Di sejumlah pekon, tradisi ini bahkan menjadi magnet tersendiri karena menghadirkan panorama malam yang unik dan khas. Deretan api yang menyala dari rumah ke rumah menciptakan kesan hangat, sederhana, namun penuh nilai budaya yang sulit ditemukan di daerah lain.
Karena itulah, upaya menghidupkan kembali Malaman Buka Dibi dipandang penting, bukan hanya untuk mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan identitas budaya Lampung Barat di tengah perkembangan zaman.
Dengan semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap tradisi lokal, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap Malaman Buka Dibi tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan benar-benar tumbuh sebagai kebanggaan masyarakat yang terus dijaga, dirawat, dan diwariskan.
Lebih dari sekadar nyala api dari batok kelapa, Malaman Buka Dibi adalah nyala semangat menjaga akar budaya—agar Lampung Barat tetap dikenal bukan hanya karena alamnya yang indah, tetapi juga karena adat dan tradisinya yang hidup di hati masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



