Light Sleeper, Kondisi Saat Seseorang Sulit Tidur Nyenyak dan Mudah Terbangun

Light Sleeper, Kondisi Saat Seseorang Sulit Tidur Nyenyak dan Mudah Terbangun

Light sleeper sering terjebak fase tidur ringan sehingga tubuh kurang pulih meski durasi tidur cukup-Foto Freepik.com-

BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Pastikan SMA Siger Tetap Beroperasi Sambil Lengkapi Perizinan

Faktor Penyebab Seseorang Menjadi Light Sleeper

Ada berbagai faktor yang dapat memicu seseorang menjadi light sleeper. 

Faktor lingkungan seperti kebisingan, cahaya berlebih, atau suhu ruangan yang tidak nyaman sering menjadi penyebab utama. 

Selain itu, faktor psikologis seperti stres, kecemasan, dan pikiran yang tidak tenang juga berperan besar. 

Gaya hidup, termasuk konsumsi kafein berlebihan, penggunaan gawai sebelum tidur, serta pola tidur yang tidak teratur, turut memperburuk kondisi ini.

BACA JUGA:PPPK Paruh Waktu Lampung Utara Menanti Kepastian Gaji dan Jasa Pelayanan

Dampak Light Sleeper terhadap Kesehatan

Tidur yang tidak nyenyak dapat menimbulkan berbagai dampak negatif. 

Light sleeper sering merasa lelah saat bangun, sulit berkonsentrasi, mudah marah, hingga mengalami penurunan produktivitas. 

Dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti penurunan daya tahan tubuh dan gangguan metabolisme.

BACA JUGA:6 Sunscreen Andalan untuk Memudarkan Flek Hitam dan Bikin Kulit Tampak Lebih Cerah

Cara Mengenali Ciri-Ciri Light Sleeper

Beberapa tanda umum light sleeper antara lain mudah terbangun di malam hari, sangat sensitif terhadap suara atau cahaya, sering merasa mengantuk di siang hari, serta jarang merasa segar meskipun tidur cukup lama. 

Jika tanda-tanda ini berlangsung terus-menerus, kualitas tidur patut menjadi perhatian serius.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: