Nyeri Leher dan Bahu; Berikut Penyebab, Dampak dan Cara Efektif Mengatasinya

Nyeri Leher dan Bahu; Berikut Penyebab, Dampak dan Cara Efektif Mengatasinya

Nyeri di bagian leher dan bahu bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu. - Foto freepik--

Kompres hangat efektif untuk mengendurkan otot kaku dan meningkatkan aliran darah. Kompres dingin bermanfaat untuk mengurangi peradangan atau pembengkakan pasca cedera.

BACA JUGA:Pertunjukan 'Sang Saka': Semangat Kebangsaan Lewat Panggung Teater

4. Atasi Stres Secara Aktif

Coba teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, meditasi, journaling, atau mendengarkan musik. Luangkan waktu untuk beristirahat sejenak dari rutinitas padat.

5. Konsumsi Obat Anti Nyeri dengan Bijak

Obat seperti parasetamol atau ibuprofen bisa meredakan nyeri ringan hingga sedang. Namun, penggunaan jangka panjang sebaiknya hanya dilakukan atas anjuran dokter.

BACA JUGA:9 Artis Hamil di Luar Nikah, Termasuk Erika Carlina dan Lina Mukherjee

6. Tidur dengan Dukungan yang Tepat

Gunakan bantal yang menopang lekuk alami leher. Hindari tidur dalam posisi tengkurap yang dapat menekan leher secara tidak wajar.

7. Konsultasi dengan Tenaga Medis

Jika nyeri berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai gejala seperti kesemutan, kelemahan otot, atau gangguan gerak, segera konsultasikan ke dokter atau fisioterapis.

BACA JUGA:Pantai Widuri: Keindahan Pesisir Utara yang Jadi Primadona Pemalang

Segera cari pertolongan medis jika nyeri leher dan bahu disertai gejala berikut;

  • Rasa kesemutan atau mati rasa yang menjalar ke lengan dan tangan
  • Penurunan kekuatan otot
  • Sakit kepala hebat dan tiba-tiba
  • Demam tinggi yang tidak diketahui penyebabnya
  • Nyeri parah yang tidak membaik meski sudah istirahat atau diberi pengobatan ringan
  • Gangguan keseimbangan atau koordinasi tubuh

Gejala-gejala tersebut bisa mengindikasikan kondisi yang lebih serius, seperti infeksi, gangguan saraf, atau masalah tulang belakang yang memerlukan penanganan medis lanjutan.(*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: