Freelance dan Realitas Penghasilan yang Naik Turun
Freelance bukan soal besar kecilnya uang, tapi kesiapan menghadapi ketidakpastian.--
BACA JUGA:Freelance dan Kelelahan yang Jarang Dibicarakan
Menyiapkan dana cadangan, membagi pemasukan untuk kebutuhan jangka panjang, serta menahan gaya hidup menjadi strategi wajib.
Tanpa disiplin finansial, penghasilan besar sekalipun bisa habis sebelum proyek berikutnya datang.
Ketidakstabilan penghasilan juga membawa beban psikologis. Rasa cemas saat proyek mulai sepi, tekanan untuk terus mencari klien, hingga perasaan tidak aman tentang masa depan menjadi bagian yang jarang terlihat dari dunia freelance.
Meski bekerja mandiri, banyak freelancer sebenarnya hidup dalam tekanan konstan. Mereka harus menjadi pekerja, manajer, sekaligus penopang emosional bagi diri sendiri.
BACA JUGA:Freelance dan Perubahan Cara Orang Bertahan Hidup
Freelance bukan jalan pintas menuju kebebasan finansial. Ia adalah pilihan hidup dengan risiko yang jelas. Penghasilan yang naik turun adalah konsekuensi logis dari kebebasan itu sendiri.
Bagi mereka yang siap secara mental, finansial, dan keterampilan, freelance bisa menjadi ruang tumbuh yang luas.
Namun bagi yang masuk tanpa persiapan, fluktuasi penghasilan bisa berubah menjadi sumber stres berkepanjangan.
Freelance bukan tentang seberapa besar penghasilan hari ini, melainkan seberapa kuat seseorang bertahan ketika penghasilan itu menurun. Di sanalah realitas sesungguhnya dunia kerja lepas berada.
BACA JUGA:Freelance: Peluang Besar di Balik Risiko Besar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
