BRILink Batin Raya: Solusi Tarik Tunai dan PKH di Pelosok Desa
Romsiah sukses kelola BRILink dengan layanan ramah dan biaya rendah bagi masyarakat desa--
MEDIALAMPUNG.CO.ID – Di tengah tantangan akses perbankan di wilayah pedesaan, kehadiran BRILink menjadi penyambung kebutuhan masyarakat dengan layanan finansial yang mudah, cepat, dan terjangkau.
Salah satunya adalah BRILink Batin Raya yang dikelola oleh Romsiah (36), seorang pelaku usaha perempuan dari Desa Talang Pangeran, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Beroperasi sejak tiga tahun lalu, BRILink ini bukan hanya sekadar tempat untuk tarik tunai atau transfer biasa.
Ia telah menjelma menjadi pusat aktivitas keuangan warga desa, termasuk melayani pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).
BACA JUGA:BRI Resmi Luncurkan Tabel Angsuran KUR 2025, Plafon hingga Rp500 Juta dan Tenor 60 Bulan
Dengan modal awal sebesar Rp200 juta, Romsiah sukses membangun usaha yang kini menjadi rujukan warga sekitar, terutama karena lokasi bank terdekat cukup jauh, yakni di Kayuagung.
Biaya administrasi pun sangat bersahabat. Untuk setiap transaksi senilai Rp1 juta, hanya dikenakan tarif Rp5.000. Biaya ini jauh lebih hemat dibandingkan ongkos perjalanan ke kota.
Tak heran jika layanan BRILink milik Romsiah banyak diandalkan oleh para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang ingin mengirimkan uang ke keluarganya.
Uniknya, Romsiah tak segan untuk memberikan layanan hingga malam hari jika ada warga yang membutuhkan.
BACA JUGA:UMKM Binaan BRI Ini Tembus Pasar Global Lewat Kopi dan Roti
Bahkan, dalam kerjasamanya dengan pendamping PKH, ia aktif melakukan penarikan bantuan secara langsung ke rumah-rumah penerima. Hal ini sangat membantu masyarakat miskin yang kerap kesulitan untuk menjangkau bank atau ATM.
Pendekatan layanan jemput bola seperti ini menjadikan BRILink sebagai entitas penting dalam inklusi keuangan di desa.
Selain menambah penghasilan, kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perempuan dalam ekonomi digital desa.
Kini, BRILink bukan lagi sekadar tempat transaksi, tetapi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan yang lebih mandiri dan melek teknologi finansial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




