Tingkatkan Kunjungan Wisata, Dispar Bandar Lampung Gandeng EO

Tingkatkan Kunjungan Wisata, Dispar Bandar Lampung Gandeng EO

--

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Dinas Pariwisata (dispar) Bandar Lampung gandeng Event Organizer (EO) untuk tingkatkan lama hunian wisatawan di Kota Bandar Lampung. 

Kepala Dinas Pariwisata Bandar Lampung Ariyawan mengatakan, untuk mengembangkan dunia pariwisata dan ekonomi kreatif, pihaknya bekerjasama dengan stakeholder.

Kata Ariyawan, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pelaku usaha pariwisata seperti PHRI hingga PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia).

Dari PHRI pihaknya mendapatkan bahwa data yang dimiliki mereka, lama tamu yang menginap di Kota Bandar Lampung tidak sampai dua malam.

Rata-rata tamu menginap di Kota Bandar Lampung saat berkunjung di Ibu Kota Provinsi Lampung ini hanya 1,82/malam.

Begitu juga dengan PUTRI, menurut Ariyawan pihak PUTRI telah menyiapkan tepat yang baik untuk wisatawan yang ingin berwisata ke taman rekreasi.

Namun menurut data PUTRI, wisatawan yang berkunjung hanya di waktu-waktu tertentu saja. Seperti akhir pekan, libur hari-hari besar saja. Tidak setiap hari.

Dari pertemuan dengan dua organisasi tersebut, lanjut Ariyawan, pihaknya mencoba mencari jalan untuk meningkatkan lama temu menginap hingga kunjungan wisatawan ke tempat rekreasi di Bandar Lampung.

"Ya mereka (organisasi, red) berharap tamu bisa menginap minimal dua malam di Bandar Lampung. Sehingga bisa tiga hari di Bandar Lampung," ujar Ariyawan, Jumat 10 Februari 2023.

Salah satu langkah yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Bandar Lampung adalah Tol Trans Sumatara Palembang-Lampung.

"Mereka berharap Dinas Pariwisata Bandar Lampung memfasilitasi event kepariwisataan di Palembang," ucapnya.

Untuk itu, lanjut Ariyawan, Dinas Pariwisata mengajak EO untuk bekerjasama meningkatkan jumlah kunjungan wisata di Kota Bandar Lampung.

Ariyawan mengajak pelaku usaha EO berkolaborasi menggelar event-event di Kota Bandar Lampung, sehingga banyak orang datang ke sini.

"Jadi kita tidak bisa sendiri di sini memikirkannya. Kita perlu kolaborasi untuk memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: