Menuju Sanitasi Berkelanjutan, Lampung Selatan Matangkan Program LLTT 2026

Kamis 30-04-2026,16:14 WIB
Reporter : Budi Setiawan
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Upaya mewujudkan sistem sanitasi yang terencana dan berkelanjutan mulai diperkuat melalui pelaksanaan Pra Focus Group Discussion (FGD) I Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini menjadi titik awal dalam merumuskan strategi implementasi layanan sanitasi yang tidak hanya efektif, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas kesehatan masyarakat.

Diselenggarakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Lampung, forum tersebut berlangsung secara hybrid dari Ruang Vidcon BPBPK Lampung, Kamis (30/4/2026). Sejumlah pemangku kepentingan turut ambil bagian, baik secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting, menunjukkan tingginya urgensi kolaborasi lintas sektor dalam penguatan sistem sanitasi daerah.

Kepala BPBPK Lampung melalui Kepala Seksi Pelaksanaan 2, Miarka Risdawati, menegaskan bahwa Pra FGD I ini merupakan langkah strategis dalam membangun fondasi implementasi LLTT yang realistis dan terukur. Ia menekankan bahwa keberhasilan program sanitasi tidak semata bergantung pada komitmen, melainkan juga pada perencanaan yang matang dan terintegrasi.

“Layanan Lumpur Tinja Terjadwal tidak bisa berjalan hanya dengan niat baik. Dibutuhkan perencanaan yang matang, perhitungan rasional, serta kesepahaman seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya sinergi dalam setiap tahapan implementasi.

Dalam forum tersebut, berbagai agenda krusial dibahas secara komprehensif. Mulai dari penyusunan pola operasi layanan yang efisien, perhitungan biaya operasional dan pemeliharaan, hingga perumusan serta reviu tarif retribusi yang berkeadilan. Selain itu, penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) teknis dan administrasi turut menjadi perhatian utama guna memastikan pelayanan berjalan optimal.

Tak kalah penting, rencana pelaksanaan sensus terhadap 100 kepala keluarga (KK) sebagai pilot project juga menjadi bagian dari strategi awal. Langkah ini dinilai penting untuk memperoleh data faktual yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Forum Pra FGD I LLTT ini melibatkan berbagai instansi strategis, di antaranya Dinas PUPR, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, hingga UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik. Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi indikasi kuat bahwa pembangunan sanitasi membutuhkan pendekatan kolaboratif yang menyeluruh.

Lebih dari sekadar program teknis, implementasi LLTT juga memiliki dimensi ekonomi yang signifikan. Selain berkontribusi terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan publik, sistem ini berpotensi mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengelolaan retribusi yang optimal.

Sebagai wilayah gerbang Pulau Sumatera, Lampung Selatan memegang peranan penting dalam merepresentasikan wajah pelayanan publik dan kualitas lingkungan. Oleh karena itu, penguatan sistem sanitasi menjadi langkah strategis dalam membangun citra daerah yang bersih, sehat, dan berdaya saing.

Pra FGD I ini menjadi pijakan awal yang krusial dalam perjalanan panjang implementasi LLTT. Tidak hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai medium untuk menyatukan visi, memperkuat komitmen, serta merumuskan langkah konkret menuju layanan sanitasi yang adaptif dan berkelanjutan.

“Sanitasi yang baik adalah investasi jangka panjang bagi kualitas hidup masyarakat,” menjadi refleksi yang relevan dari forum ini—sebuah pengingat bahwa pembangunan infrastruktur dasar sejatinya adalah fondasi peradaban yang sehat dan berkelanjutan.

Kategori :