Sekubal: Kuliner Tradisional Lampung yang Kaya Rasa dan Makna

Jumat 24-04-2026,15:00 WIB
Reporter : Linda Kurniati
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID - Sekubal merupakan salah satu makanan khas Lampung yang memiliki cita rasa unik sekaligus nilai budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.

Hidangan ini kerap hadir dalam berbagai acara adat dan perayaan penting, terutama saat Hari Raya Idul Fitri, sehingga menjadikannya bukan sekadar makanan tetapi juga simbol kebersamaan serta warisan kuliner turun-temurun.

Asal-usul dan Nilai Budaya

Sekubal berasal dari tradisi masyarakat Lampung yang memanfaatkan bahan lokal seperti beras ketan dan santan sebagai bahan utama.

Dalam kehidupan sehari-hari, makanan ini sering disajikan dalam acara keluarga, upacara adat, hingga momen keagamaan yang mempererat hubungan sosial masyarakat.

Proses pembuatannya yang memerlukan waktu cukup lama mencerminkan nilai kesabaran dan semangat gotong royong karena biasanya dilakukan secara bersama-sama.

Bahan Utama

Bahan dasar sekubal tergolong sederhana, namun mampu menghasilkan cita rasa gurih yang khas dan autentik.

Sekubal dibuat dari beras ketan putih, santan kelapa kental, garam secukupnya, serta dibungkus menggunakan daun pisang yang memberikan aroma alami.

Dalam perkembangannya, beberapa variasi modern menghadirkan tambahan isian seperti daging, ikan, atau gula merah untuk menciptakan sensasi rasa yang berbeda.

Proses Pembuatan

Pembuatan sekubal membutuhkan ketelatenan agar menghasilkan tekstur dan rasa yang sempurna.

Beras ketan terlebih dahulu direndam selama beberapa jam untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut sebelum dicampur dengan santan dan garam.

Adonan tersebut kemudian dibungkus menggunakan daun pisang dengan bentuk memanjang sebelum dikukus dalam waktu cukup lama hingga matang sempurna.

Hasil akhirnya adalah makanan bertekstur lembut dan sedikit kenyal dengan aroma khas daun pisang yang menggugah selera.

Kategori :