MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) kembali mendorong Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan agar segera merealisasikan rencana pendirian Pos Search and Rescue (SAR) atau Unit Siaga SAR di wilayah tersebut. Keberadaan pos penyelamatan ini dinilai sangat mendesak, mengingat perairan Pesbar termasuk kawasan yang rawan kecelakaan laut setiap tahunnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pesbar, Roby Arfan, mengatakan hingga kini Kabupaten Pesbar belum memiliki Pos SAR sendiri. Padahal, secara geografis wilayah pesisir yang membentang luas dengan tingginya aktivitas masyarakat di laut membuat kebutuhan layanan pencarian dan pertolongan semakin mendesak.
Menurutnya, angka kejadian kecelakaan laut di wilayah Pesbar masih tergolong tinggi. Peristiwa tersebut tidak hanya dialami nelayan, tetapi juga wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata bahari di daerah itu.
”Pendirian Pos SAR tentunya sangat diharapkan dan juga sangat penting. Mengingat wilayah perairan Pesbar memiliki kasus kecelakaan laut yang tergolong tinggi dan bahkan rentan terjadi setiap tahunnya. Bukan hanya nelayan, tetapi juga pengunjung wisata yang kerap menjadi korban,” kata dia.
Ia menjelaskan, keberadaan Pos SAR memiliki peran strategis dalam mempercepat respons terhadap berbagai kondisi darurat, mulai dari kecelakaan laut, bencana alam, hingga situasi yang mengancam keselamatan manusia. Dengan adanya pos siaga tersebut, tim penyelamat dapat menjangkau lokasi kejadian lebih cepat sehingga peluang keselamatan korban semakin besar.
”Hal itu sekaligus menjadi bagian dari upaya perlindungan terhadap masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir maupun laut,” jelasnya.
Salah satu fungsi utama Pos SAR adalah meningkatkan kecepatan respons dalam penanganan kondisi darurat. Dengan menempatkan tim lebih dekat ke wilayah rawan, waktu tempuh menuju lokasi kejadian dapat ditekan secara signifikan.
”Jika Pos SAR berada di daerah, maka jangkauan tim penyelamat akan lebih dekat dengan lokasi rawan kecelakaan. Dengan demikian, response time menuju lokasi kejadian bisa jauh lebih cepat dan efisien,” katanya.
Selain itu, Pos SAR juga berperan penting dalam pemantauan rutin dan peningkatan kesiapsiagaan di wilayah rawan kecelakaan maupun bencana. Hal ini menjadi krusial terutama pada periode tertentu seperti libur panjang, arus mudik Lebaran, hingga perayaan Natal dan Tahun Baru, ketika aktivitas masyarakat di pesisir meningkat signifikan.
”Dalam situasi tersebut, aktivitas masyarakat di wilayah pesisir biasanya mengalami peningkatan signifikan, baik dari sektor perikanan maupun pariwisata,” ujarnya.
Karena itu, kesiapsiagaan tim SAR menjadi faktor penting dalam mengantisipasi berbagai potensi kejadian darurat. Ia menegaskan bahwa tujuan utama keberadaan Pos SAR adalah penyelamatan jiwa manusia atau saving lives. Dalam setiap operasi, tim SAR tidak hanya melakukan pencarian, tetapi juga memberikan pertolongan medis awal sebelum evakuasi ke lokasi aman atau fasilitas kesehatan.
”Dalam operasi SAR, yang menjadi prioritas utama tentu penyelamatan jiwa manusia. Tim SAR akan memberikan pertolongan pertama kepada korban dan kemudian mengevakuasinya ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pos SAR juga berfungsi sebagai pusat koordinasi berbagai potensi SAR di daerah, mulai dari relawan, masyarakat, organisasi kemanusiaan, hingga instansi pemerintah. Dengan adanya pusat koordinasi, sinergi antar pihak dapat berjalan lebih efektif dalam setiap operasi penyelamatan.
“Pos SAR dapat menjadi pusat koordinasi bagi seluruh potensi SAR di daerah, baik relawan, masyarakat, maupun instansi terkait. Dengan begitu, kerja sama dalam operasi kemanusiaan bisa lebih terorganisir dan optimal,” ungkapnya.
Karena itu, BPBD Pesbar kembali mendorong Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan untuk segera menindaklanjuti usulan pendirian Pos SAR yang telah diajukan pemerintah daerah. Hingga saat ini, usulan tersebut masih menunggu realisasi.