Kinerja Keuangan BRI Tetap Solid, Likuiditas dan Permodalan Kuat hingga Triwulan I 2026

Kinerja Keuangan BRI Tetap Solid, Likuiditas dan Permodalan Kuat hingga Triwulan I 2026

BRI Jaga Kinerja Keuangan Positif di Tengah Ketidakpastian Global pada Awal 2026--

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Di tengah lanskap ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian geopolitik dan tantangan pasar keuangan internasional, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan ketahanan bisnis yang kuat. Hingga akhir Triwulan I 2026, emiten berkode saham BBRI tersebut mampu mempertahankan kinerja keuangan yang sehat dengan fondasi likuiditas dan permodalan yang tetap kokoh.

Stabilitas yang berhasil dijaga BRI menjadi indikator penting bahwa sektor perbankan nasional masih memiliki daya tahan yang baik dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal. Strategi pengelolaan risiko yang disiplin serta penerapan prinsip kehati-hatian menjadi faktor utama yang menopang kinerja perseroan sepanjang awal tahun ini.

Dari sisi likuiditas, BRI mencatatkan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,7 persen pada akhir Maret 2026. Angka tersebut dinilai masih berada pada level ideal untuk mendukung fungsi intermediasi perbankan sekaligus menjaga ruang pertumbuhan kredit di masa mendatang.

Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi, menjelaskan bahwa posisi likuiditas perseroan tetap berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator. Kondisi tersebut memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk terus menyalurkan pembiayaan secara sehat tanpa mengabaikan aspek manajemen risiko.

Selain likuiditas yang terjaga, struktur pendanaan BRI juga menunjukkan perkembangan positif. Perseroan berhasil meningkatkan efisiensi biaya dana atau cost of fund, yang menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga profitabilitas bank. Pada Triwulan I 2026, cost of fund berbasis dana pihak ketiga tercatat turun menjadi 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 3,0 persen.

Penurunan tersebut mencerminkan keberhasilan strategi BRI dalam memperkuat komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA). Rasio CASA tercatat meningkat menjadi 68,1 persen, lebih tinggi dibandingkan 65,8 persen pada Triwulan I 2025. Peningkatan dana murah ini tidak hanya memperkuat struktur pendanaan, tetapi juga membantu menekan biaya operasional yang berkaitan dengan penghimpunan dana.

“Kami terus menjaga disiplin pengelolaan likuiditas agar kecukupan dana tetap terjaga sekaligus meningkatkan efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan,” ujar Achmad Royadi.

Sementara itu, dari aspek permodalan, BRI juga berada dalam posisi yang sangat kuat. Hingga akhir Triwulan I 2026, Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan tercatat sebesar 22,90 persen. Level tersebut jauh melampaui ketentuan minimum regulator bagi bank yang memiliki status sistemik seperti BRI.

Kekuatan modal ini menjadi modal strategis bagi BRI untuk melanjutkan ekspansi bisnis secara terukur. Dengan buffer permodalan yang memadai, perseroan memiliki kapasitas lebih besar dalam menyerap berbagai potensi risiko sekaligus memperluas pembiayaan, khususnya pada sektor produktif dan segmen UMKM yang selama ini menjadi fokus utama BRI.

Kondisi likuiditas yang sehat, struktur pendanaan yang semakin efisien, serta permodalan yang kuat menunjukkan bahwa kinerja keuangan BRI masih berada pada jalur yang positif. Ke depan, perseroan berkomitmen menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian agar dapat terus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: