Lampung Siaga Hadapi El Nino 2026, Gubernur Minta Daerah Perkuat Mitigasi

Jumat 10-04-2026,20:24 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiawan

“Jika produksi dan harga terganggu, maka pertumbuhan ekonomi Lampung juga akan ikut terdampak,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan bahwa dampak El Nino tidak hanya berpengaruh pada sektor pangan, tetapi juga kesehatan dan lingkungan.

Ia menyebut capaian produksi padi Lampung meningkat dari 2,73 juta ton GKG pada 2024 menjadi 3,25 juta ton GKG pada 2025, yang harus dijaga di tengah ancaman kekeringan.

“Lampung adalah salah satu lumbung pangan nasional, sehingga ketahanan produksi harus dipertahankan,” ujarnya.

BACA JUGA:CPP Perkuat Kemitraan, Peternak Ikan Lampung Barat Dapat Pendampingan Hadapi Kemarau

Selain itu, potensi dampak lain seperti meningkatnya kasus ISPA, krisis air bersih, serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga perlu diantisipasi.

Jihan menekankan pentingnya penguatan infrastruktur sumber daya air melalui optimalisasi pompa, sumur bor, embung, serta perbaikan jaringan irigasi. Di sektor pertanian, penerapan pola tanam adaptif dan penggunaan benih tahan kekeringan juga menjadi langkah strategis.

“Kesiapsiagaan karhutla harus ditingkatkan melalui pemantauan hotspot, patroli rutin, serta respons cepat di wilayah rawan. Dalam kondisi tertentu, rekayasa cuaca juga bisa dipertimbangkan,” tambahnya.

Pemprov Lampung juga mendorong percepatan masa tanam sebelum musim kemarau serta penguatan cadangan pangan daerah. 

BACA JUGA:Rahasia Kulit Kepala Sehat: Cara Efektif Atasi Ketombe dan Rambut Rontok dari Akar

Selain itu, pemerintah daerah diminta segera menetapkan status siaga di wilayah rawan dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Langkah tindak lanjut harus jelas dan terintegrasi, termasuk sistem peringatan dini berbasis data hingga ke tingkat daerah,” pungkas Jihan.

Kategori :