MEDIALAMPUNG.CO.ID - Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Sidik Efendi, menyoroti pentingnya peningkatan aspek keselamatan di perlintasan kereta api, khususnya perlintasan sebidang yang masih banyak ditemukan di wilayah Kota Bandar Lampung.
Ia menilai persoalan tersebut menyangkut keselamatan publik dan harus menjadi perhatian serius semua pihak.
Menurut Sidik, keberadaan perlintasan sebidang yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan.
Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dan terukur agar keselamatan masyarakat pengguna jalan dapat lebih terjamin.
BACA JUGA:Jalan Putus Diterjang Banjir, Warga Gedungsurian Bangun Jembatan Bambu Darurat
Sidik menegaskan bahwa permasalahan perlintasan kereta api tidak bisa diselesaikan secara parsial.
Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan.
“Keselamatan masyarakat adalah hal yang tidak bisa ditawar. Oleh karena itu, diperlukan langkah bersama antara pemerintah daerah, operator perkeretaapian, serta pemerintah pusat untuk menghadirkan solusi yang komprehensif,” ujar Sidik, Jumat 03 April 2026.
Ia juga mendorong agar koordinasi antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan PT Kereta Api Indonesia dapat ditingkatkan, sehingga penanganan perlintasan sebidang dapat dirumuskan secara strategis dan terencana.
Lebih lanjut, Sidik menjelaskan bahwa peningkatan keselamatan dapat dilakukan melalui pendekatan bertahap.
BACA JUGA:Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Liwa Stabil Awal April 2026, Daya Beli Warga Terjaga
Untuk jangka pendek, ia menilai penguatan fasilitas pengamanan seperti pemasangan palang pintu, rambu peringatan, serta penempatan petugas penjaga di titik-titik rawan sangat diperlukan.
Sementara itu, dalam jangka panjang, pembangunan infrastruktur seperti flyover dan underpass menjadi solusi ideal untuk menghilangkan perlintasan sebidang secara permanen.
Namun demikian, ia menyadari bahwa tidak semua perlintasan dapat langsung dibangun infrastruktur besar dalam waktu singkat.
“Kita perlu melihat ini secara bertahap dan terukur. Tidak semua perlintasan bisa langsung dibangun flyover, namun minimal ada peningkatan standar keamanan sambil kita siapkan perencanaan jangka panjang,” jelasnya.