Warga kini berharap penanganan darurat segera diikuti langkah cepat dari pemerintah. Pasalnya, jembatan bambu dan rencana jembatan dari batang kelapa hanya bersifat sementara dan memiliki keterbatasan dari sisi keamanan.
Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, bukan tidak mungkin akses darurat tersebut kembali rusak dan membuat wilayah terisolasi total. Oleh karena itu, perbaikan permanen dinilai mendesak agar jalur poros dapat kembali berfungsi normal dan aman.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kondisi infrastruktur lama di berbagai wilayah. Gorong-gorong, jembatan kecil, dan jalan penghubung yang telah berusia puluhan tahun dinilai perlu ditinjau ulang agar lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem.
Untuk sementara, warga Gedungsurian hanya dapat mengandalkan gotong royong dan solusi darurat sambil menunggu penanganan dari pemerintah. Namun yang pasti, putusnya jalan poros ini menjadi alarm bahwa infrastruktur tua tidak lagi bisa dipertahankan tanpa pembaruan yang lebih serius.