MEDIALAMPUNG.CO.ID – Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, bersamaan dengan penerapan kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) satu hari dalam sepekan, dinilai sebagai strategi jangka pendek yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus menekan konsumsi energi.
Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lampung sekaligus Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Lampung, Usep Syaipudin, menilai kebijakan tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk meredam tekanan ekonomi tanpa langsung membebani masyarakat.
Menurutnya, keputusan menahan harga BBM agar tidak naik merupakan langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi jangka pendek.
Kebijakan ini dinilai mampu menahan laju inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta mempertahankan stabilitas sosial dan politik di dalam negeri.
BACA JUGA:Krisis Energi Global, WFH ASN Dinilai Kebijakan Tepat namun Rawan Disalahgunakan
“Kebijakan ini memberi efek positif karena masyarakat tidak langsung terbebani kenaikan harga energi. Inflasi bisa ditekan dan daya beli tetap terjaga,” ujarnya pada Rabu 01 April 2026.
Namun demikian, Usep mengingatkan bahwa kebijakan tersebut juga menyimpan konsekuensi ekonomi yang tidak terlihat secara langsung.
Menahan harga BBM berarti pemerintah harus menanggung beban subsidi yang lebih besar, yang dalam jangka panjang berpotensi mengurangi ruang fiskal negara.
“Secara ekonomi, ada biaya tersembunyi yang ditanggung negara. Beban subsidi yang meningkat bisa menggerus ruang belanja produktif, seperti untuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur,” jelasnya.
BACA JUGA:Dari Bansos hingga BPJS, Pelayanan Sosial Lampung Barat Kini Cukup di MPP
Selain kebijakan BBM, dirinya juga menyoroti penerapan WFH ASN satu hari dalam sepekan sebagai langkah yang menarik karena tidak ditempuh melalui mekanisme harga, melainkan melalui perubahan perilaku.
Ia menilai kebijakan WFH termasuk dalam kategori non-price policy, yang bertujuan menekan konsumsi energi tanpa harus menaikkan harga BBM.
“Dengan WFH, harapannya terjadi penghematan konsumsi BBM harian karena mobilitas ASN berkurang. Selain itu, penggunaan energi listrik perkantoran, khususnya di lingkungan pemerintahan, juga bisa lebih efisien,” katanya.
Meski berpotensi memberikan dampak positif terhadap penghematan energi, Usep mengingatkan bahwa kebijakan WFH juga memiliki risiko, terutama terkait potensi penurunan produktivitas ASN dan pegawai jika tidak diiringi dengan sistem pengawasan dan evaluasi kinerja yang memadai.
BACA JUGA:Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tetap, Bahlil Tegaskan Tak Ada Kenaikan