Stadion Sukung Jadi Arena Perang Petasan, Polisi Turun Tangan

Kamis 19-03-2026,09:58 WIB
Reporter : Hasan Saputra
Editor : Budi Setiawan

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Aksi perang petasan yang melibatkan sekelompok remaja kembali terjadi di Stadion Sukung Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, pada Rabu malam, 18 Maret 2026, sekitar pukul 20.40 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini dinilai membahayakan keselamatan serta mengganggu ketertiban umum.

Insiden tersebut terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan sejumlah remaja saling menyerang menggunakan petasan di area halaman stadion, yang merupakan fasilitas publik. Kejadian ini pun memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.

Menindaklanjuti laporan warga melalui layanan darurat 110, aparat dari Polres Lampung Utara langsung bergerak ke lokasi. Penanganan dilakukan oleh personel Piket Pamapta III bersama piket pawas dan piket fungsi.

Setibanya di lokasi, petugas mendapati sejumlah anak-anak dan remaja masih terlibat dalam aksi perang petasan. Melihat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan, petugas segera menghentikan kegiatan tersebut dan membubarkan para remaja secara persuasif dan humanis.

Selain pembubaran, aparat kepolisian juga memberikan imbauan dan pembinaan kepada para remaja agar tidak mengulangi perbuatan serupa yang berisiko terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Kasi Humas Polres Lampung Utara, IPTU Herawati, menyampaikan bahwa tindakan cepat tersebut merupakan respons atas laporan masyarakat sekaligus bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

“Personel kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Kegiatan perang petasan ini sangat berbahaya, tidak hanya bagi pelaku tetapi juga masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kami lakukan pembubaran secara humanis serta memberikan pembinaan kepada para remaja,” ujar IPTU Herawati saat dikonfirmasi, Kamis 19 Maret 2026.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak, khususnya pada malam hari, guna mencegah terjadinya tindakan berisiko.

“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing,” ucapnya.

Setelah penanganan dilakukan, situasi di lokasi dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif. Aparat kepolisian juga melanjutkan patroli sebagai langkah antisipasi untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.(*)

Kategori :