Ramadan
Pelantikan Kajari

Jejak Spiritual Datuk Peut: Sang Pertapa di Goa Tapak Raja

Jejak Spiritual Datuk Peut: Sang Pertapa di Goa Tapak Raja

Salah satu momen ikonik dalam kisah pertapaan Datuk Peut adalah ketika beliau menemukan formasi batuan unik di dalam gua. Foto:Instagram@syaimanrrhmdna--

MEDIALAMPUNG.CO.IDGoa Tapak Raja, yang terletak di Desa Wonosari (dahulu Kampung Melempake), Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, bukan sekadar destinasi wisata alam. Di balik stalaktitnya yang megah, tersimpan kisah spiritual mendalam tentang Datuk Peut, seorang tokoh masyarakat Suku Paser yang menjadikan gua ini sebagai tempat mencari ketenangan dan kekuatan batin.

Sosok Datuk Peut dan Ritual Kanuragan

Pada periode tahun 1950 hingga 1960, Datuk Peut memilih tinggal di sekitar kawasan gua untuk melakukan laku spiritual. Sebagai tokoh yang memegang teguh tradisi leluhur, beliau menggunakan kedalaman Goa Tapak Raja untuk melakukan ritual pertapaan guna memperdalam ilmu kanuragan atau ilmu bela diri supranatural.

Masyarakat setempat meyakini bahwa selama masa pertapaannya, Datuk Peut menjalin hubungan harmonis dengan dimensi lain. Beliau dipercaya bersahabat dengan makhluk penunggu gua yang dikenal dengan nama Bea. Karena kedekatan hubungan ini, penduduk sekitar pada masa itu juga kerap menyebut tempat ini sebagai Gua Bea.

Penemuan Jejak “Tapak Raja”

Salah satu momen ikonik dalam kisah pertapaan Datuk Peut adalah ketika beliau menemukan formasi batuan unik di dalam gua. Saat sedang melakukan ritual, beliau menemukan stalaktit besar yang menggantung dan memiliki bentuk sangat mirip dengan telapak kaki manusia berukuran raksasa.

Temuan ini memperkuat legenda bahwa gua tersebut merupakan tempat persemayaman atau tempat bertapa para raja pada zaman dahulu, yang kemudian mendasari pemberian nama Goa Tapak Raja.

Warisan Budaya yang Terjaga

Setelah masa pertapaannya selesai, Datuk Peut dikabarkan pindah ke wilayah Gerogot (sekarang Kabupaten Paser). Meskipun sosoknya telah tiada di lokasi tersebut, aura spiritual dan nilai sejarah yang ditinggalkannya tetap melekat.

Dahulu, para sesepuh kampung rutin melakukan ritual setiap malam di gua ini sebagai bagian dari kearifan lokal Suku Paser. Kini, Goa Tapak Raja telah bertransformasi menjadi objek wisata sejarah di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), namun tetap dihormati sebagai situs peninggalan tokoh adat yang sakral. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: