Proses Pembuatan Peuyeum
Pembuatan peuyeum dilakukan melalui beberapa tahapan agar menghasilkan tekstur dan rasa yang sempurna.
Pertama, singkong dipilih dari kualitas terbaik lalu dikupas dan dicuci hingga bersih. Setelah itu singkong direbus atau dikukus sampai matang, tetapi tidak terlalu lembek.
Singkong yang telah matang kemudian didinginkan sebelum ragi ditaburkan secara merata. Tahap ini penting agar proses fermentasi dapat berlangsung optimal.
Selanjutnya singkong disimpan dalam wadah tertutup selama sekitar dua hingga tiga hari. Dalam proses ini terjadi fermentasi yang mengubah pati menjadi gula serta menghasilkan sedikit alkohol alami.
Setelah fermentasi selesai, singkong berubah menjadi peuyeum dengan tekstur lembut, rasa manis, serta aroma khas yang mudah dikenali.
BACA JUGA:Satgas Gabungan Pemkot Bandar Lampung Sigap Atasi Dampak Hujan Deras
Ciri Khas Peuyeum
Peuyeum memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari olahan singkong lainnya. Teksturnya lembut dan sedikit berair, dengan rasa manis alami yang berpadu sedikit asam.
Aroma fermentasinya juga cukup khas. Warna peuyeum umumnya putih kekuningan dan sering dijual dalam bentuk digantung, sehingga mudah dikenali oleh pembeli.
BACA JUGA:Eva Dwiana Apresiasi Atlet SEA Games 2025, KONI Bandar Lampung Serahkan Bonus dan Janji Umroh
Variasi Olahan Peuyeum
Selain dimakan langsung, peuyeum juga dapat diolah menjadi berbagai camilan modern. Salah satu yang paling populer adalah colenak, yaitu peuyeum yang dibakar lalu disajikan dengan saus gula merah dan kelapa parut.
Selain itu ada juga peuyeum goreng yang dilapisi adonan tepung sebelum digoreng. Beberapa toko kue bahkan mengolahnya menjadi bolu peuyeum yang memiliki rasa manis khas. Peuyeum juga kerap dijadikan campuran minuman segar seperti es peuyeum. Beragam kreasi ini membuat makanan tradisional tersebut tetap diminati oleh generasi muda.
BACA JUGA:Petani di Lampung Utara Ditangkap, Polisi Sita 31 Paket Sabu
Nilai Gizi Peuyeum