MEDIALAMPUNG.CO.ID - Pimpinan Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, menegaskan bahwa pihaknya tetap mengoptimalkan penyerapan gabah petani selama bulan Ramadan sebagai bagian dari penugasan pemerintah dalam memperkuat cadangan pangan nasional.
Menurut Rindo, Bulog Lampung bersama seluruh jajaran berkomitmen menjalankan penugasan tersebut secara maksimal, termasuk di tengah pelaksanaan ibadah puasa.
Ia menjelaskan bahwa program penyerapan gabah ini merupakan bagian dari target nasional pengadaan sebesar 4 juta ton.
Khusus untuk Kanwil Lampung pada 2026, ditetapkan target sebesar 430 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 253 ribu ton beras.
BACA JUGA:Pemkot Bandar Lampung Siapkan Program Penataan Kali Berkonsep Warna-Warni
“Memasuki bulan Ramadan, aktivitas penyerapan tetap berjalan optimal melalui Tim Jemput Pangan yang secara aktif turun langsung ke lapangan untuk membeli gabah dari petani di berbagai wilayah kerja,” ujar Rindo Safutra.
Ia menambahkan, langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas harga di tingkat petani sekaligus memastikan ketersediaan pasokan pangan nasional tetap terjaga.
Bulog juga memberikan kepastian harga kepada petani melalui pembelian GKP sebesar Rp6.500 per kilogram sesuai ketentuan pemerintah.
Rindo mengungkapkan, hingga saat ini capaian pengadaan gabah Bulog Kanwil Lampung telah mencapai 101 ribu ton GKP atau sekitar 25,58 persen dari target 2026.
BACA JUGA:Polisi Tangkap Terduga Pelaku Curanmor di Lampung Timur, Satu Orang Masih Buron
Capaian tersebut, kata dia, tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, mitra penggilingan hingga kelompok tani di Provinsi Lampung.
“Kami mengimbau seluruh petani maupun gabungan kelompok tani agar menjual hasil panennya kepada Bulog dengan memastikan gabah telah memasuki usia panen sesuai standar. Ini penting agar petani mendapatkan manfaat optimal sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah,” pungkasnya.