Meski telah mendapat penanganan tersebut, kondisi pasien disebut semakin memburuk. Muntah yang dialami korban berubah warna menjadi kuning hingga hijau, sementara rasa nyeri tidak juga mereda.
Memasuki Senin dini hari, 17 Februari 2026, dokter menyampaikan adanya dugaan usus buntu dan menyarankan agar segera dilakukan tindakan operasi. Korban kemudian diminta untuk berpuasa sejak pagi sebagai persiapan.
Namun, pihak keluarga menilai proses penanganan lanjutan berjalan tidak optimal. Pemeriksaan rontgen baru dilakukan sekitar pukul 09.30 WIB, sementara dokter bedah disebut baru datang pada sore hari untuk memastikan tindakan operasi.
Keluarga juga mengungkapkan adanya kendala lain, yakni sulitnya menghubungi dokter anestesi yang akan menangani proses pembedahan.
BACA JUGA:DPRD Bandar Lampung Desak BRI Tuntaskan Masalah Parkir di Jalan Raden Intan
Setelah persetujuan operasi ditandatangani oleh orang tua, kondisi korban justru mengalami penurunan drastis. Pasien mulai kehilangan kesadaran hingga akhirnya dilakukan tindakan darurat.
Namun, seluruh upaya medis yang dilakukan tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban. Anak tersebut dinyatakan meninggal dunia.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga secara resmi melaporkan dugaan kelalaian medis ini kepada Dinas Kesehatan Provinsi Lampung serta Lampung-In untuk ditindaklanjuti.
Saat Tim MEDIALAMPUNG.CO.ID yang coba mendatangi langsung lokasi rumah sakit pada Selasa 26 Februari 2026 guna memperoleh klarifikasi.
BACA JUGA:Polda Lampung Perketat Perburuan Lima Tahanan Polres Way Kanan
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian humas rumah sakit tidak berada di tempat.
Petugas yang berjaga menyampaikan bahwa wartawan diminta untuk mengajukan permohonan wawancara terlebih dahulu.
Petugas juga memberikan nomor telepon sekretaris humas sebagai jalur komunikasi lanjutan.
Meski demikian, saat dihubungi, nomor tersebut tidak memberikan respons hingga berita ini diturunkan.
BACA JUGA:Menu MBG Disorot dan Puluhan SPPG Belum Kantongi PBG di Lampung Utara
Sementara itu, hingga kini RSIA Puri Betik Hati belum menyampaikan pernyataan resmi terkait dugaan yang disampaikan keluarga korban.