Dinas Kesehatan dan Polisi Selidiki Kasus Keracunan Massal di Kotabumi Selatan

Dinas Kesehatan dan Polisi Selidiki Kasus Keracunan Massal di Kotabumi Selatan

Total sebanyak 51 orang harus menjalani rawat inap dan 213 lainnya menjalani rawat jalan akibat gejala keracunan-Foto Hasan-

LAMPURA, MEDIALAMPUNG.CO.ID – Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan warga Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara, sedang dalam penyelidikan oleh Dinas Kesehatan dan Polres Lampung Utara.

Peristiwa ini terjadi usai warga menghadiri sebuah hajatan sunatan di wilayah tersebut. Akibat insiden tersebut, puluhan orang dari Lingkungan 5 RT 1 harus dilarikan ke sejumlah rumah sakit karena mengalami gejala keracunan.

Lurah Tanjung Senang, Agustiawan, membenarkan bahwa warganya mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dalam acara hajatan.

“Benar, banyak warga dari LK 5 RT 1 dilarikan ke rumah sakit. Untuk penyebab pastinya kami belum bisa pastikan. Saat ini Dinas Kesehatan dan kepolisian sudah turun ke lokasi pemilik hajatan untuk menyelidiki,” ujar Agustiawan saat ditemui di posko LK 5 RT 1, Kamis (22 Mei 2025).

BACA JUGA:RSUD Abdul Moeloek Terapkan Layanan Berbasis KTP Tanpa Persoalan Status BPJS

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Utara, Maya Manan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil sampel makanan dari lokasi hajatan untuk diteliti di laboratorium.

“Tim kesehatan sudah turun sejak Selasa malam dan membuka posko di rumah Pak Catur, Ketua LK 5 RT 1. Sampel sudah dikirim ke laboratorium di Provinsi Lampung dan hasilnya diperkirakan keluar dalam satu minggu,” jelas Maya.

Hingga saat ini, total pasien yang menjalani rawat inap sebanyak 51 orang, sementara 213 lainnya menjalani rawat jalan. 

Sebagian besar pasien berasal dari Lingkungan 4 dan 5 Kelurahan Tanjung Senang.

BACA JUGA:Belasan Warga Keracunan Massal di Kotabumi Selatan, Diduga Akibat Makanan Hajatan

Sementara itu, pemilik hajatan, Aung (48) dan Wiwin (32), menegaskan bahwa makanan yang disajikan dalam hajatan tersebut bukan hasil pesanan dari katering, melainkan dimasak sendiri.

“Itu semua masakan sendiri, bukan pesanan. Jadi tidak mungkin dari sini penyebabnya. Tapi kami tetap menunggu hasil laboratorium. Kalau memang tidak terbukti dari makanan kami, saya minta nama keluarga kami dibersihkan,” kata Wiwin.

Direktur RSUD Mayjend Ryacudu Kotabumi, Aida Fitria, mengonfirmasi bahwa pasien yang datang menunjukkan gejala khas keracunan makanan seperti muntah, diare, dan pusing.

“Sejak kemarin hingga hari ini, kami menerima puluhan pasien dengan gejala yang diduga berasal dari makanan hajatan,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait