MEDIALAMPUNG.CO.ID – Lemak memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi dan pelindung organ. Namun, konsumsi lemak jenuh dan lemak trans berlebihan dapat memicu berbagai penyakit kronis serius.
Tubuh memerlukan lemak untuk membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Masalah muncul ketika pola makan didominasi oleh jenis lemak yang dikenal sebagai lemak jahat.
BACA JUGA:Bhayangkara Presisi Lampung Datang Percaya Diri Hadapi Persik Kediri
Mengenal Jenis Lemak dan Perbedaannya
Secara umum, lemak terbagi menjadi lemak sehat dan tidak sehat. Lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda bermanfaat menjaga kesehatan jantung.
Sebaliknya, lemak jenuh dan lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL). Kondisi ini memperbesar risiko penyumbatan pembuluh darah.
Lemak jenuh banyak berasal dari produk hewani dan minyak tertentu. Sementara lemak trans umumnya ditemukan pada makanan olahan hasil proses hidrogenasi.
BACA JUGA:AKBP Yonirizal Khova Resmi Dilantik Jadi Wakapolresta Bandar Lampung
Daftar Makanan Sumber Lemak Jahat
Makanan cepat saji seperti burger, ayam goreng, dan kentang goreng umumnya digoreng pada suhu tinggi. Penggunaan minyak berulang kali dapat meningkatkan kadar lemak trans.
Gorengan tradisional seperti bakwan dan tahu isi juga perlu dibatasi. Minyak yang dipakai berulang bisa menghasilkan senyawa berbahaya bagi tubuh.
Kue kering, donat, dan pastry kemasan kerap menggunakan margarin atau shortening. Bahan tersebut dapat mengandung lemak trans demi tekstur renyah dan tahan lama.
Daging berlemak dan produk olahan seperti sosis serta nugget tinggi lemak jenuh. Konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan kolesterol.
Produk susu tinggi lemak seperti mentega dan krim juga perlu dikontrol. Begitu pula makanan beku siap saji yang kerap menyimpan lemak jenuh tinggi.
BACA JUGA:Kelas Migran Vokasi Lampung Masuk Tahap Job Matching, Sektor Pertanian Paling Diminati