Pengajuan KUR BRI dapat dilakukan dengan datang langsung ke kantor cabang BRI terdekat atau melalui layanan daring resmi. Pengajuan secara offline memungkinkan calon debitur berkonsultasi langsung dengan petugas bank terkait simulasi cicilan dan jenis KUR yang paling sesuai.
Sementara itu, pengajuan online dapat dilakukan dengan membuat akun pada laman resmi KUR BRI, mengisi formulir, serta mengunggah dokumen yang dibutuhkan. Setelah proses administrasi awal, pihak bank akan menghubungi pemohon untuk tahapan verifikasi dan survei usaha.
Kemudahan ini menjadi bagian dari upaya digitalisasi layanan perbankan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah.
BACA JUGA:Urutan Skincare Pagi yang Tepat, Serum, Moisturizer, atau Sunscreen Dulu?
Perencanaan Keuangan Jadi Kunci
Meski menawarkan pinjaman tanpa agunan tambahan untuk plafon tertentu, KUR tetap merupakan kewajiban yang harus dibayar tepat waktu. Oleh sebab itu, perencanaan keuangan menjadi faktor krusial sebelum mengajukan kredit.
Pelaku usaha perlu menghitung proyeksi peningkatan omzet setelah memperoleh tambahan modal, memperkirakan laba bersih bulanan, serta memastikan rasio cicilan terhadap keuntungan tetap dalam batas aman. Menyediakan dana darurat juga penting untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan penjualan.
Dengan perencanaan yang matang, pinjaman Rp100 juta bukan sekadar tambahan dana, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan usaha jangka panjang.
BACA JUGA:Soto Bandung, Kuliner Berkuah Bening Khas Kota Kembang yang Segar dan Gurih
Dorongan bagi UMKM Nasional
Program KUR terus menjadi instrumen pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Akses modal berbunga rendah diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, membuka lapangan kerja, dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Bagi pelaku UMKM yang telah memenuhi syarat, memanfaatkan KUR BRI 2026 dapat menjadi langkah strategis untuk naik kelas. Namun, keputusan meminjam tetap harus didasarkan pada kebutuhan riil usaha dan kemampuan membayar, bukan sekadar karena prosesnya yang mudah.
Dengan memahami simulasi cicilan dan prosedur pengajuan secara menyeluruh, pelaku usaha dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak dan terukur sepanjang 2026.(*)