MEDIALAMPUNG.CO.ID – Pemeriksaan kolesterol penting untuk menilai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Namun, banyak orang masih bertanya, apakah cek kolesterol harus dilakukan dalam kondisi puasa? Jawabannya bergantung pada jenis pemeriksaan dan tujuan evaluasi medis.
Kolesterol adalah lemak yang diproduksi hati dan juga berasal dari makanan. Dalam jumlah seimbang, zat ini membantu pembentukan hormon dan vitamin D.
Jika kadarnya berlebihan, risiko penyakit jantung koroner dan stroke dapat meningkat.
BACA JUGA:Sate Maranggi, Kuliner Legendaris Purwakarta yang Bumbunya Meresap
Apakah Cek Kolesterol Wajib Puasa?
Secara umum, pemeriksaan profil lipid lengkap dianjurkan dalam kondisi puasa 9–12 jam. Selama puasa, pasien tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman berkalori, kecuali air putih.
Puasa diperlukan untuk mendapatkan hasil trigliserida yang lebih akurat. Kadar trigliserida sangat dipengaruhi oleh makanan terakhir yang dikonsumsi.
Namun, dalam perkembangan medis terbaru, pemeriksaan kolesterol tidak selalu harus puasa. Kolesterol total dan HDL biasanya tidak terlalu terpengaruh oleh makanan. Karena itu, tes tanpa puasa kerap diperbolehkan untuk skrining awal.
BACA JUGA:Buruan Klaim! Link DANA Kaget 12 Februari 2026 Tanpa Upgrade Akun
Jenis Pemeriksaan Kolesterol
Tes profil lipid terdiri dari beberapa komponen. Masing-masing memiliki fungsi berbeda dalam menilai kesehatan jantung.
- Kolesterol Total menunjukkan jumlah keseluruhan kolesterol dalam darah.
- LDL (Low-Density Lipoprotein) dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menumpuk di dinding pembuluh darah.
- HDL (High-Density Lipoprotein) disebut kolesterol baik karena membantu membawa kolesterol kembali ke hati.
- Trigliserida adalah jenis lemak yang paling terpengaruh oleh asupan makanan, terutama gula dan lemak.
Jika dokter ingin memantau trigliserida atau terapi kolesterol, puasa biasanya tetap dianjurkan.
BACA JUGA:Panduan Lengkap KUR BRI 2026: Syarat, Cara Pengajuan, dan Simulasi Angsuran
Kapan Sebaiknya Puasa?