Nilai-nilai yang terkandung dalam Prasasti Munggu Antan mencerminkan pandangan hidup masyarakat Sunda Kuno yang menekankan harmoni antara manusia, alam, dan kekuasaan.
Alam tidak dipandang sebagai objek yang bisa dieksploitasi secara bebas, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga dan dihormati.
Pandangan ini sejalan dengan konsep kearifan lokal Sunda yang menekankan keselarasan dan kebijaksanaan dalam bertindak.
Dari sudut pandang politik, Prasasti Munggu Antan memperlihatkan peran raja atau penguasa sebagai pemegang otoritas tertinggi.
BACA JUGA:Rakor 5 Pilar Digelar, Polresta Bandar Lampung Siap Amankan Mudik Lebaran 2026
Penetapan aturan melalui prasasti menunjukkan bahwa keputusan raja bersifat resmi dan mengikat seluruh lapisan masyarakat.
Prasasti menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan kehendak penguasa sekaligus memperkuat legitimasi kekuasaan kerajaan di wilayah-wilayah tertentu.
Selain itu, keberadaan Prasasti Munggu Antan juga memberikan gambaran tentang tingkat literasi masyarakat pada masa itu.
Meskipun tidak semua orang mampu membaca dan menulis, keberadaan prasasti menandakan adanya kelompok khusus, seperti juru tulis atau pejabat kerajaan, yang memiliki kemampuan tersebut.
BACA JUGA:Hakim Tolak Praperadilan Richard Lee, Doktif Sujud Syukur di Ruang Sidang
Hal ini menunjukkan bahwa tradisi tulis telah menjadi bagian penting dalam administrasi dan kehidupan sosial Kerajaan Sunda.
Dalam kajian sejarah dan arkeologi, Prasasti Munggu Antan memiliki nilai ilmiah yang sangat tinggi.
Para peneliti dapat mempelajari perkembangan aksara Sunda Kuno, struktur bahasa, serta istilah-istilah yang digunakan dalam konteks hukum dan pemerintahan.
Informasi ini membantu merekonstruksi dinamika sosial, budaya, dan politik masyarakat Sunda pada masa lampau secara lebih mendalam.
BACA JUGA:Cara Ajukan KUR BRI 2026, Bunga 6 Persen dan Plafon hingga Rp500 Juta
Keberadaan Prasasti Munggu Antan juga memiliki makna penting bagi masyarakat Sunda masa kini.