Nasi Cikur: Kuliner Khas Sunda dengan Aroma Kencur yang Menggugah Selera

Selasa 10-02-2026,17:18 WIB
Reporter : Linda Kurniati
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID – Nasi cikur merupakan salah satu hidangan khas masyarakat Sunda yang dikenal karena cita rasanya yang unik dan aroma rempah kencur yang kuat. 

Dalam bahasa Sunda, kencur disebut cikur, sehingga nama nasi cikur merujuk langsung pada bahan utama yang menjadi ciri khasnya. Hidangan ini memadukan nasi putih hangat dengan bumbu rempah sederhana yang harum, lalu disajikan bersama aneka lauk tradisional.

Keistimewaan nasi cikur terletak pada aroma kencur yang segar dan khas, menciptakan sensasi rasa yang berbeda dibandingkan olahan nasi pada umumnya. 

Perpaduan rasa gurih, sedikit pedas, dan wangi rempah menjadikan nasi cikur sebagai hidangan sederhana namun kaya cita rasa dan menggugah selera.

BACA JUGA:Tiga Pejabat Dilantik, Wabup Lampung Barat Tekankan Profesionalisme dan Inovasi

Asal Usul dan Filosofi Nasi Cikur

Nasi cikur berasal dari wilayah Jawa Barat, terutama daerah pedesaan yang masih kuat mempertahankan tradisi kuliner berbasis bahan alami. Sejak dahulu, kencur telah dimanfaatkan oleh masyarakat Sunda tidak hanya sebagai rempah masakan, tetapi juga sebagai tanaman obat tradisional.

Dalam budaya Sunda, penggunaan kencur melambangkan kedekatan manusia dengan alam dan pemanfaatan sumber daya lokal secara bijak. 

Nasi cikur mencerminkan filosofi hidup sederhana, di mana bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar diolah menjadi hidangan yang lezat dan bergizi. Pada masa lalu, nasi cikur kerap dijadikan bekal ke sawah atau hidangan keluarga karena mudah dibuat dan tidak memerlukan bahan mahal.

BACA JUGA:Tinggalkan Syuting, Ivan Gunawan Pilih Jalani Ramadhan dan Lebaran di Tanah Suci

Ciri Khas Nasi Cikur

Nasi cikur memiliki karakteristik yang membedakannya dari olahan nasi lainnya. Aroma kencur yang kuat dan segar menjadi daya tarik utama, dipadukan dengan rasa gurih alami dari bumbu tradisional. Tekstur nasi tetap pulen namun telah menyerap bumbu, menciptakan cita rasa yang seimbang.

Penyajiannya sering menggunakan daun pisang yang menambah aroma alami sekaligus nuansa tradisional. 

Nasi cikur biasanya disajikan dengan berbagai lauk pendamping seperti ayam goreng, ikan asin, tahu, tempe, sambal, dan lalapan segar. Perpaduan aroma, rasa, dan tampilan inilah yang membentuk identitas kuliner nasi cikur.

BACA JUGA:Polisi dan Bapanas Pantau Harga Bapok Jelang Imlek dan Ramadan di Bandar Lampung

Kategori :