Cilok, Jajanan Sunda Legendaris yang Tetap Eksis hingga Kini

Selasa 10-02-2026,09:48 WIB
Reporter : Linda Kurniati
Editor : Budi Setiawan

Secara umum, cilok didominasi oleh kandungan karbohidrat sebagai sumber energi. Nilai gizinya dapat meningkat jika ditambahkan isian seperti daging, telur, atau sayuran. 

Cilok juga mengandung protein, terutama pada varian isi, serta lemak yang berasal dari saus kacang atau proses penggorengan.

Meski demikian, konsumsi cilok sebaiknya tetap dilakukan secara seimbang, terutama jika disajikan dengan saus yang tinggi gula atau lemak.

BACA JUGA:Teleskop OZT–ALTS Itera Jadi Model Global, Delegasi RCMC Arab Saudi Lakukan Evaluasi

Cilok dalam Industri Kuliner Modern

Di era digital, cilok tidak lagi hanya dijual secara tradisional. Banyak pelaku usaha memasarkan cilok melalui media sosial dan aplikasi pesan antar makanan. 

Inovasi rasa, kemasan menarik, serta strategi branding kreatif membuat cilok semakin diminati oleh berbagai kalangan.

Dengan modal yang relatif kecil, proses produksi yang sederhana, dan pasar yang luas, cilok menjadi salah satu ide bisnis kuliner yang menjanjikan.

BACA JUGA:Bukan Tak Mau Kerja Kantoran, Anak Muda Hanya Lebih Rasional

Resep Singkat Cilok Tradisional

Cilok tradisional dapat dibuat dengan mencampurkan tepung tapioka dan tepung terigu bersama bawang putih halus, garam, dan merica. 

Air panas ditambahkan perlahan hingga adonan kalis, lalu dibentuk bulat kecil dan direbus hingga mengapung. 

Cilok yang telah matang siap disajikan dengan saus kacang, sambal, atau kecap sesuai selera.

BACA JUGA:Generasi Proyek: Mengapa Freelance Lebih Masuk Akal Hari Ini

Penutup

Cilok atau aci di colok merupakan jajanan tradisional yang mampu bertahan dari waktu ke waktu berkat kesederhanaan, cita rasa, dan fleksibilitasnya dalam berinovasi. 

Kategori :