Menerapkan capsule wardrobe bukan berarti berhenti berbelanja sama sekali, melainkan menjadi lebih selektif. Setiap kali ingin membeli pakaian baru, pastikan item tersebut dapat dipadukan dengan setidaknya tiga busana lain yang sudah ada di lemari.
Fokus pada kualitas bahan lebih penting dibandingkan merek. Pakaian dengan material yang baik akan lebih awet dan tetap nyaman dipakai dalam jangka panjang. Selain itu, hindari belanja karena dorongan emosi, terutama saat tergoda diskon besar yang sebenarnya tidak sesuai kebutuhan.
Menyesuaikan isi lemari dengan aktivitas harian juga penting, apakah lebih sering digunakan untuk ke kantor, kampus, atau kegiatan santai. Dengan begitu, setiap item benar-benar memiliki fungsi.
BACA JUGA:Operasi Keselamatan 2026, Polresta Bandar Lampung Intensifkan Penindakan ETLE Mobile
Kunci Agar Gaya Tidak Terlihat Monoton
Salah satu kekhawatiran dalam gaya berpakaian minimalis adalah tampilan yang terlihat membosankan.
Padahal, variasi dapat diciptakan melalui teknik styling hijab, pemilihan tas yang berbeda, serta penggunaan aksesori seperti jam, bros, atau belt.
Teknik layering juga menjadi andalan. Satu kemeja putih polos bisa terlihat formal saat dipadukan dengan blazer, tampil santai dengan cardigan, atau terlihat semi-formal dengan tambahan vest.
BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Lampung, Hujan Berpotensi Mendominasi Sejumlah Wilayah
Permainan detail kecil inilah yang membuat capsule wardrobe tetap menarik.
Capsule wardrobe hijab bukan sekadar tren fashion, melainkan strategi cerdas dalam mengelola pakaian agar lebih efisien, hemat, dan tetap stylish.
Dengan memilih item basic yang tepat dan berkualitas, wanita berhijab dapat tampil percaya diri di berbagai kesempatan tanpa harus memiliki lemari yang penuh sesak.
Prinsipnya sederhana, pilihan boleh sedikit, tetapi harus serbaguna dan bernilai guna tinggi.(*)