Saat AI Menguasai Segalanya, Sentuhan Manusia Justru Makin Bernilai

Jumat 30-01-2026,07:50 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

Bagi freelancer kreatif, kehadiran AI bukan akhir dari segalanya, melainkan titik seleksi. Mereka yang hanya menjual kecepatan akan mudah tergantikan.

Namun mereka yang menawarkan sudut pandang, kepekaan, dan kemampuan beradaptasi justru memiliki posisi tawar lebih kuat.

AI bisa menjadi alat bantu, tapi keputusan kreatif tetap berada di tangan manusia. Klien yang memahami nilai ini tak ragu membayar lebih mahal untuk karya yang benar-benar mewakili identitas dan pesan mereka.

Ketika sentuhan manusia dibayar mahal, yang dihargai bukan semata hasil akhir, melainkan proses berpikir di baliknya.

BACA JUGA:Ketika Pekerjaan Tak Lagi Soal Kursi dan Jam Absen

Mulai dari memahami kebutuhan klien, membaca situasi pasar, hingga keberanian mengambil pendekatan yang tidak standar.

Di dunia serba otomatis, keberanian untuk tetap manusiawi justru menjadi kemewahan. Dan seperti kemewahan lainnya, ia tidak murah.

Alih-alih bertarung dengan AI, banyak pekerja kreatif mulai memilih berkolaborasi dengannya. Mesin menangani hal teknis dan repetitif, manusia fokus pada ide, emosi, dan arah besar karya. Kombinasi inilah yang menciptakan hasil paling bernilai.

Pada akhirnya, teknologi akan terus berkembang. Tapi selama manusia masih mencari cerita, makna, dan rasa, sentuhan manusia akan tetap relevan. Bahkan, mungkin semakin mahal.

BACA JUGA:KUR BRI 2026 Skema Pembiayaan Ringan untuk Dorong Pertumbuhan Usaha

 

Kategori :