Pemprov Lampung Siap Kembangkan Kakao Agroforestri Berbasis Perhutanan Sosial

Rabu 28-01-2026,14:46 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiawan

Agroforestri dipandang sebagai solusi yang mampu menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ekologi. 

Dengan mengombinasikan tanaman kakao dan komoditas kehutanan lainnya, petani tetap memperoleh penghasilan, sementara fungsi hutan sebagai penyangga lingkungan tetap terjaga. 

Pola ini juga dinilai mampu meningkatkan ketahanan lahan terhadap perubahan iklim serta menekan risiko degradasi hutan.

Dari sisi pelaku industri, Direktur PT Olam Food Ingredients Indonesia, Imam Suharto, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah menjalankan pendampingan kakao berbasis agroforestri sejak 2015. 

BACA JUGA:Lampung Selatan Sabet UHC Award 2026, Perlindungan Jaminan Kesehatan Hampir 98 Persen

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memperluas model serupa ke kawasan perhutanan sosial di Lampung. Ia menilai Pemerintah Provinsi Lampung memiliki visi yang sejalan dalam mengembangkan kakao agroforestri dan multi komoditas secara inklusif.

Ke depan, proyek ini direncanakan mencakup sekitar 35.000 hektare lahan perhutanan sosial dan melibatkan kurang lebih 18.000 petani di empat kabupaten. 

Program tersebut juga mendapat perhatian internasional melalui dukungan Pemerintah Inggris lewat FCDO, bahkan diharapkan dapat menjadi percontohan global. 

Jika seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana, implementasi program ditargetkan mulai paling lambat Maret 2026, membuka harapan baru bagi masa depan kakao Lampung yang berkelanjutan.

Kategori :