Saat Lowongan Menyempit dan PHK Meningkat, Dunia Digital Membuka Pintu Baru

Sabtu 24-01-2026,07:06 WIB
Reporter : Krisna Jeri
Editor : Budi Setiawan

Berbeda dengan dunia kerja lama yang menitikberatkan ijazah dan pengalaman formal, ekonomi digital lebih menghargai keterampilan nyata.

Kemampuan menulis, desain grafis, video editing, pemasaran digital, hingga pemrograman menjadi aset berharga.

Kondisi ini memberi harapan baru bagi mereka yang terdampak PHK atau sulit menembus pasar kerja formal.

Proses belajar skill digital juga semakin mudah diakses melalui kursus daring, komunitas, dan platform belajar mandiri.

BACA JUGA:Lelah Hidup dari Gaji ke Gaji? Freelance Bisa Jadi Jalan Keluar

Meningkatnya peluang di dunia digital menuntut perubahan cara pandang. Keamanan kerja tidak lagi diukur dari status karyawan tetap, melainkan dari kemampuan beradaptasi dan terus meningkatkan kompetensi.

Banyak pekerja kini mulai mengombinasikan pekerjaan utama dengan pekerjaan digital sampingan.

Ada pula yang sepenuhnya beralih menjadi freelancer atau pelaku usaha berbasis online sebagai bentuk strategi bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Fenomena PHK dan menyempitnya lowongan kerja menjadi sinyal bahwa dunia kerja sedang bertransformasi.

BACA JUGA:Ketika Like, Share, dan View Menjadi Mata Uang Baru

Dunia digital hadir bukan sekadar sebagai alternatif, tetapi sebagai ekosistem baru yang menawarkan kesempatan lebih luas bagi siapa pun yang mau belajar dan beradaptasi.

Ketika satu pintu tertutup di sektor formal, dunia digital membuka banyak pintu lain. Tantangannya bukan lagi soal ketersediaan pekerjaan, melainkan kesiapan sumber daya manusia untuk masuk dan bertahan di dalamnya.

Kategori :