Pagar Alam, Jejak Megalitikum yang Hidup di Tanah Besemah

Jumat 23-01-2026,15:43 WIB
Reporter : Romdani
Editor : Budi Setiawan

Batu Beghibu dan Kesakralan Tegur Wangi

Salah satu situs megalitikum yang terkenal di Pagar Alam adalah Batu Beghibu yang terletak di Desa Tegur Wangi. Situs ini berada di tengah persawahan dan hingga kini masih dianggap sakral oleh masyarakat setempat. Menurut catatan sejarah dan cerita turun-temurun, kawasan ini dahulu merupakan tempat pemukiman sekaligus lokasi pemujaan.

Batu-batu megalitikum di Tegur Wangi diyakini pernah digunakan dalam upacara adat, khususnya yang berkaitan dengan pemakaman tokoh masyarakat atau sesepuh. Dalam tradisi masa lampau, kematian dianggap sebagai peristiwa suci. Oleh karena itu, jenazah dihormati dengan upacara khusus, sesaji, serta perhiasan sebelum dimakamkan di kubur batu.

Istilah “beghibu” sendiri merujuk pada perhiasan berupa anting atau subang yang konon bertatahkan berlian. Dari sinilah nama Batu Beghibu berasal. Mitos dan cerita rakyat yang menyertai situs ini memperkuat keyakinan masyarakat bahwa Desa Tegur Wangi Lama adalah wilayah yang memiliki nilai spiritual tinggi sejak masa prasejarah.

BACA JUGA:33.000 Mangrove Ditanam, PLN UID Lampung Tegaskan Komitmen Lingkungan Berkelanjutan

Situs Manusia Dililit Ular

Selain Batu Beghibu, Pagar Alam juga memiliki situs megalitikum lain yang tak kalah menarik, yaitu situs manusia dililit ular di Desa Tanjung Aro. Situs ini berupa arca batu yang menggambarkan sosok manusia yang terjerat seekor ular besar. Arca tersebut tidak hanya menjadi bukti keterampilan manusia prasejarah dalam memahat batu, tetapi juga sarat akan pesan moral.

Menurut legenda setempat, arca ini berkaitan dengan kisah sepasang kekasih yang melanggar adat dengan menjalin hubungan tanpa ikatan pernikahan.

Perbuatan mereka dianggap mencederai nilai-nilai masyarakat sehingga mendatangkan murka alam yang diwujudkan dalam sosok ular. Cerita ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Besemah.

BACA JUGA:Pepes Tongkol: Hidangan Tradisional Nusantara yang Kaya Rempah dan Aroma Khas Daun Pisang

Warisan Budaya yang Perlu Dijaga

Keberadaan situs-situs megalitikum di Pagar Alam merupakan bukti nyata bahwa wilayah ini pernah menjadi pusat peradaban kuno yang maju dalam aspek kepercayaan dan seni. Peninggalan tersebut tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga memiliki makna budaya dan spiritual bagi masyarakat setempat.

Pelestarian situs megalitikum Pagar Alam menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, warisan budaya ini tidak hanya dapat dijaga keberadaannya, tetapi juga dikembangkan sebagai sarana edukasi dan destinasi wisata budaya.

Melalui upaya pelestarian yang berkelanjutan, jejak kebesaran peradaban megalitikum di Bumi Besemah dapat terus dikenang dan diwariskan kepada generasi mendatang.(*)

Kategori :