Pantai Bama, Permata Tenang di Ujung Baluran

Minggu 18-01-2026,16:32 WIB
Reporter : Yayan Prantoso
Editor : Budi Setiawan

Tidak hanya itu, jalur mangrove juga menjadi daya tarik tersendiri. Sebuah lintasan kayu dibangun membelah area hutan bakau, membawa wisatawan menuju gazebo kecil di ujung jalur.

Dari titik ini, pemandangan laut lepas, hutan bakau, dan angin sore menjadi kombinasi sempurna untuk melepas lelah. 

Banyak wisatawan memanfaatkan area ini untuk berfoto atau menikmati suasana sebelum area taman nasional ditutup menjelang sore.

Karena posisinya berada dalam kawasan konservasi, aturan berkunjung diberlakukan cukup ketat. Pengunjung hanya diperbolehkan berada di kawasan Pantai Bama hingga pukul 16.00. 

BACA JUGA:Pemprov Lampung Matangkan Pengembangan Perdagangan Karbon, Masih Tunggu Juknis Pusat

Petugas Baluran rutin melakukan pemantauan untuk memastikan keamanan wisatawan dan kelestarian lingkungan.

Musim kemarau dianggap sebagai waktu terbaik untuk datang karena cuaca cenderung cerah, air laut lebih jernih, dan aktivitas luar ruang dapat dilakukan dengan maksimal.

Walaupun tidak sepopuler pantai-pantai di wilayah selatan Banyuwangi, Pantai Bama memiliki keistimewaan tersendiri.

Ketegangan antara hutan, savana, dan garis pantai yang masih alami menciptakan karakter kuat yang tidak ditemukan di banyak lokasi wisata lain.

BACA JUGA:Sepatu Hiking Favorit Pendaki Gunung, Ini Pilihan dan Harganya

Bagi pencinta alam, fotografer lanskap, maupun wisatawan yang mencari tempat tenang tanpa keramaian, Pantai Bama memberikan alternatif ideal.

Dengan akses yang semakin mudah dan fasilitas yang terus diperbaiki di Baluran, Pantai Bama semakin layak menjadi tujuan wisata bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman berbeda di ujung timur Pulau Jawa. 

Suasananya yang alami, udara yang bersih, serta pesona alam yang masih terjaga menjadikannya destinasi yang patut dimasukkan dalam daftar perjalanan.(*)

Kategori :