Modal UMKM 2026, KUR BRI Jadi Andalan dengan Bunga Rendah

Sabtu 17-01-2026,19:10 WIB
Reporter : Adi Pabara
Editor : Budi Setiawan

Agar peluang persetujuan semakin besar, pelaku UMKM disarankan menyiapkan pembukuan usaha sederhana yang mencerminkan arus kas secara jelas dan konsisten.

Aktivitas transaksi melalui rekening bank juga menjadi nilai tambah karena memudahkan analisis kemampuan bayar oleh pihak perbankan.

Selain itu, pemohon dianjurkan mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan riil usaha. Bank umumnya mempertimbangkan rasio angsuran terhadap pendapatan agar kredit tidak membebani debitur di kemudian hari dan tetap berjalan lancar.

BACA JUGA:Desa Suak Raih Juara Favorit Desa Wisata Nusantara 2025, Bukti Keberhasilan Konsep Ramah Lingkungan

Bunga Berjenjang dan Ketentuan Pengajuan Ulang

Perlu diketahui, bunga KUR tidak selalu bersifat tetap. Untuk debitur yang telah beberapa kali mengajukan KUR, pemerintah menerapkan skema bunga berjenjang. Artinya, bunga pinjaman dapat meningkat secara bertahap pada pengajuan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, KUR tetap menjadi alternatif pembiayaan yang jauh lebih murah dibandingkan kredit non-subsidi.

Dengan perencanaan keuangan yang matang, fasilitas ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas usaha, menambah alat produksi, hingga meningkatkan kapasitas penjualan.

BACA JUGA:Gedung Puskesmas Bukit Kemuning Rusak, Ketua DPRD Lampung Utara Janji Panggil Dinkes

Dorong UMKM Naik Kelas

Melalui KUR BRI 2026, pemerintah dan perbankan berharap UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Dukungan modal yang terjangkau diharapkan mampu mendorong penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi pelaku usaha yang tengah mencari tambahan modal, KUR BRI masih menjadi salah satu solusi pembiayaan paling realistis di tahun 2026, selama dimanfaatkan secara bijak dan sesuai dengan kemampuan usaha.(*)

Kategori :