Seorang freelancer belajar bahwa nilai dirinya tidak ditentukan oleh gelar atau pengalaman panjang, melainkan oleh solusi yang bisa ia tawarkan kepada klien. Proses ini membutuhkan waktu, konsistensi, dan keberanian mencoba.
Tidak sempurna di awal bukan berarti tidak profesional. Justru profesionalisme tumbuh dari sikap terbuka untuk belajar, mau menerima masukan, dan bertanggung jawab atas pekerjaan yang diambil.
Dalam dunia freelance, kejujuran tentang kemampuan sering kali lebih dihargai daripada klaim berlebihan yang tidak bisa dibuktikan.
Pada akhirnya, memulai freelance adalah tentang bergerak sambil belajar. Tidak ada momen ideal yang benar-benar siap.
BACA JUGA:UMR Tak Mengejar Biaya Hidup, Freelance Jadi Pelarian
Yang ada hanyalah keputusan untuk memulai hari ini atau terus menunda esok hari. Dunia freelance memberi ruang luas bagi mereka yang mau tumbuh, meski langkah pertamanya belum sempurna.