MEDIALAMPUNG.CO.ID - Gua Lascaux merupakan salah satu situs prasejarah paling terkenal di dunia yang terletak di wilayah Dordogne, Prancis barat daya.
Gua ini dikenal luas karena menyimpan lukisan dinding kuno yang luar biasa indah dan kompleks, sehingga sering dijuluki sebagai “Kapel Sistina Zaman Prasejarah”.
Lukisan-lukisan di Gua Lascaux menjadi bukti penting bahwa manusia purba telah memiliki kemampuan seni, imajinasi, dan pemahaman simbolik yang tinggi sejak ribuan tahun lalu.
Gua Lascaux ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1940 oleh empat remaja yang sedang menjelajah hutan di dekat desa Montignac.
BACA JUGA:Agus Djumadi Dorong Bandar Lampung Jadi Kota Modern Religius 2026
Saat itu, mereka menemukan lubang besar di tanah yang ternyata mengarah ke dalam sebuah gua.
Penemuan ini segera menarik perhatian para arkeolog dan sejarawan, karena di dalam gua tersebut terdapat ratusan lukisan dan ukiran yang diperkirakan berasal dari sekitar 17.000 tahun yang lalu, tepatnya pada masa Paleolitikum Atas.
Lukisan-lukisan di Gua Lascaux didominasi oleh gambar hewan seperti bison, kuda, rusa, banteng liar (aurochs), dan kijang.
Menariknya, hampir tidak ditemukan gambar manusia secara utuh. Hewan-hewan tersebut digambarkan dengan proporsi yang realistis, gerakan yang dinamis, serta detail anatomi yang mengagumkan.
Hal ini menunjukkan bahwa para pembuat lukisan memiliki pengamatan yang tajam terhadap alam dan makhluk hidup di sekitarnya.
BACA JUGA:Refleksi Akhir Tahun, Eva Dwiana Optimistis Bandar Lampung Melaju Lebih Baik di 2026
Warna-warna yang digunakan dalam lukisan berasal dari bahan alami seperti oker merah, arang, dan mineral besi.
Para seniman prasejarah ini mengolah bahan-bahan tersebut menjadi pigmen, lalu mengaplikasikannya ke dinding gua dengan berbagai teknik, seperti meniup warna, menggores, dan melukis menggunakan alat sederhana.
Meskipun peralatan yang digunakan sangat terbatas, hasilnya justru menunjukkan tingkat keterampilan seni yang luar biasa.
Gua Lascaux terdiri atas beberapa ruang utama, di antaranya Aula Banteng (Hall of the Bulls) yang menjadi bagian paling terkenal.