Setelah sekitar 15 menit berjalan kaki, hamparan air danau yang jernih menyambut dari kejauhan. Letaknya berada di ketinggian 1.200 mdpl, membuat udara di sekitarnya sejuk sepanjang hari.
Di waktu-waktu tertentu, kabut tipis menari di permukaan danau, menghadirkan pemandangan yang serupa dengan cermin raksasa yang memantulkan lekuk hutan tropis.
Beberapa warga Lokal sering memancing di tepi danau. Ikan mujair, gurame, hingga belut hidup di kedalaman airnya yang mencapai lebih dari 40 meter.
Di atas permukaan, burung belibis kadang melintas sebelum mendarat di tengah danau, menambah indah suasana pagi atau sore hari.
BACA JUGA:Parosil Mabsus Kembali Nahkodai DPC PDIP Lambar
Pengunjung bisa menikmati panorama dari pelataran beton kecil yang dibangun di salah satu sisi danau.
Dari titik ini, tampak seluruh lanskap Ranamese: air hijau jernih, pepohonan tinggi, dan kabut putih yang perlahan turun dari pegunungan.
Banyak pengunjung memilih tempat ini untuk berfoto atau sekadar duduk menikmati udara dingin pegunungan tanpa gangguan.
Tak jauh dari danau, sebuah air terjun kecil mengalir jernih di antara pepohonan. Airnya berasal langsung dari danau dan tetap dingin sepanjang tahun. Meski tidak terlalu tinggi, aliran airnya kuat dan menambah suasana alami kawasan ini.
BACA JUGA:Aksi Cepat Lifeguard Evakuasi Nelayan Saat Perahu Terbalik di Labuhan Jukung
Dengan segala keindahan dan ketenangannya, Ranamese layak menjadi tujuan wisata bagi mereka yang ingin menikmati sisi lain Pulau Flores. Kawasan ini masih terawat dan tetap mempertahankan karakter alaminya.
Bila pemeliharaan jalur setapak dan fasilitas penunjang ditingkatkan, potensi wisata Danau Ranamese tentu akan semakin besar tanpa menghilangkan sentuhan alaminya yang menjadi daya tarik utama.
Ranamese bukan sekadar danau, tetapi ruang sunyi yang menawarkan jeda dari hiruk pikuk kehidupan.
Keindahannya mengajak siapa saja untuk menghargai harmoni alam Flores yang tetap terjaga hingga kini.(*)