Polwan Polda Lampung Gelar Seminar dan Workshop Hadapi Masa Pubertas Anak Disabilitas

Sabtu 22-11-2025,17:44 WIB
Reporter : Enrique Ferari
Editor : Budi Setiawan

MEDIALAMPUNG.CO.ID — Polwan Polda Lampung menggelar seminar dan workshop bertema “Menghadapi Masa Pubertas bagi Anak Disabilitas” yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison, Sabtu (22 November 2025) pukul 09.00 WIB. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Lampung untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kebutuhan khusus anak disabilitas, terutama saat memasuki masa pubertas.

Acara dipimpin oleh Pakor Polwan Polda Lampung, AKBP Susi Agustina Siregar A.Md G.z., S.H., M.H, bersama jajaran Polwan Polda Lampung. 

Kegiatan ini diikuti oleh para orang tua, pendamping, serta komunitas pemerhati anak disabilitas.

BACA JUGA:Wakapolresta Pastikan Posko Tanggap Bencana Siaga Penuh Jelang Musim Penghujan

Dalam seminar tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pola pendampingan anak disabilitas ketika mengalami perubahan psikologis, fisik, serta kebutuhan khusus yang perlu diperhatikan pada masa pubertas. 

Materi disampaikan dengan pendekatan edukatif dan aplikatif agar dapat diterapkan langsung oleh para pendamping di lingkungan sehari-hari.

Selain membahas aspek pendampingan, Polwan Polda Lampung juga memberikan edukasi terkait pencegahan bullying terhadap anak disabilitas. 

Para narasumber menekankan bahwa anak berkebutuhan khusus sangat rentan mengalami perundungan, sehingga dibutuhkan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, dan masyarakat.

BACA JUGA:Pengelola Jelaskan Alasan Kenaikan Tarif Tol Bakter Mulai 27 November 2025

AKBP Susi Agustina Siregar menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun lingkungan yang aman, suportif, dan inklusif. 

“Anak disabilitas memiliki hak untuk tumbuh dalam suasana yang penuh dukungan. Masa pubertas merupakan fase penting, sehingga pendampingan yang tepat sangat diperlukan,” ujarnya.

Polwan Polda Lampung juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan empati dan memahami bahwa anak disabilitas membutuhkan ruang yang aman dan setara. Edukasi berkelanjutan, menurutnya, menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang inklusif.

Kegiatan seminar dan workshop tersebut berlangsung interaktif, dimana para peserta dapat berdiskusi langsung dengan pemateri mengenai tantangan yang mereka hadapi selama mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus.

Kategori :