Lampung Jadi Lokasi Proyek Perintis Bioetanol Toyota-Pertamina

Selasa 11-11-2025,13:00 WIB
Reporter : Dedi Andrian
Editor : Budi Setiawan

Lampung Disiapkan Jadi Sentra Bioetanol. 

Berdasarkan Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi/BKPM, sejumlah wilayah termasuk Provinsi Lampung telah disiapkan sebagai sentra pengembangan industri bioetanol, dengan dukungan bahan baku tebu, singkong, dan sorgum.

Investasi di sektor ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok energi bersih sekaligus membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal. 

“Sebagai proyek perintis, akan dilakukan kerja sama dengan Pertamina NRE (New Renewable Energy) di Lampung. Bahan bakunya tidak hanya dari perusahaan, tetapi juga melibatkan petani dan koperasi lokal, sehingga dapat menggerakkan perekonomian daerah,” jelas Todotua.

Toyota bersama Pertamina menargetkan pembentukan perusahaan patungan pada awal 2026. 

BACA JUGA:Lampung Catat Sejarah Baru, Tembus 10 Besar Nasional di POPNAS XVII

Dalam tahap awal, akan dikembangkan fasilitas produksi bioetanol dengan kapasitas 60.000 kiloliter per tahun dan nilai investasi mencapai Rp2,5 triliun. 

Langkah ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membuka peluang ekspor bioetanol ke negara lain di kawasan.

“Dengan kebutuhan bahan bakar nasional mencapai lebih dari 40 juta kiloliter per tahun, kebijakan E10 berarti kita membutuhkan sekitar 4 juta kiloliter bioetanol pada 2027. Karena itu, pembangunan pabrik harus dimulai sekarang,” ungkapnya.

Todotua menegaskan bahwa kolaborasi antara teknologi Jepang dan potensi alam Indonesia dapat menjadi tonggak penting dalam pengembangan biofuel generasi berikutnya. 

BACA JUGA:Daftar Harga Jam Tangan Hublot 2025, Dari Seri Big Bang Hingga Classic Fusion

“Indonesia memiliki sumber daya alam dan lahan pertanian yang luas, sementara Jepang unggul dalam teknologi. Kombinasi keduanya akan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung ekonomi hijau,” pungkasnya.

Kategori :