Selain menjadi pusat ekonomi, Samudera Pasai juga berperan besar dalam penyebaran Islam ke berbagai daerah di Nusantara. Para ulama dari Pasai sering diundang ke kerajaan lain untuk mengajarkan ajaran Islam.
Bahkan, kerajaan-kerajaan besar setelahnya seperti Kesultanan Malaka, Aceh Darussalam, dan Demak banyak dipengaruhi oleh tradisi keislaman dari Pasai.
BACA JUGA:Misteri dan Penjelasan Kemunculan Komet 3I/ATLAS: Tamu Antarbintang dari Kedalaman Galaksi
Dua Kerajaan, Satu Akar Sejarah Islam di Nusantara
Perdebatan mengenai kerajaan Islam pertama di Indonesia pada dasarnya berkisar antara dua nama besar: Perlak dan Samudera Pasai.
Kerajaan Perlak diyakini berdiri lebih awal, namun bukti sejarahnya masih terbatas dan banyak bergantung pada naskah kuno yang belum terverifikasi.
Sementara itu, Samudera Pasai memiliki bukti yang lebih konkret, baik berupa peninggalan arkeologis maupun catatan sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan.
BACA JUGA:Ada Apa di Puncak Tertinggi di Bumi: Misteri dan Fakta Mount Everest
Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, keduanya memiliki peran penting dalam awal perkembangan Islam di Indonesia.
Perlak mungkin menjadi tempat pertama munculnya kekuasaan Islam, sementara Samudera Pasai menjadi pusat penyebaran dan kemajuan peradaban Islam yang lebih terorganisir dan berpengaruh di Asia Tenggara.
Dari kedua kerajaan inilah ajaran Islam kemudian menyebar ke berbagai penjuru Nusantara dan melahirkan kerajaan-kerajaan Islam besar berikutnya seperti Malaka, Aceh Darussalam, Demak, Banten, dan Ternate-Tidore, yang menjadi bagian penting dari sejarah panjang peradaban Indonesia.