Selain itu, tahu bakso khas Ungaran juga menjadi camilan favorit wisatawan. Tekstur renyah tahu berpadu dengan isian adonan bakso memberikan cita rasa gurih yang unik.
Soto Semarang yang hangat dengan kuah gurih dan taburan bawang goreng pun bisa menjadi penghangat tubuh.
Jangan lupa mencoba wedang jahe, minuman tradisional yang nikmat diminum di tengah udara sejuk pegunungan.
BACA JUGA:Likupang, Permata Sulawesi Utara yang Menyatukan Alam
Agar perjalanan ke Curug Lawe dan Benowo berjalan lancar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari, ketika udara masih segar dan cahaya matahari belum terlalu terik.
Kenakan alas kaki yang nyaman serta sesuai untuk medan outdoor, mengingat jalur bisa licin terutama setelah hujan.
Membawa bekal makanan dan minuman juga disarankan, sebab fasilitas kuliner di area curug masih terbatas.
BACA JUGA:Bintan, Pulau Eksotis dengan Pesona Wisata Dunia
Selain itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
Kesadaran menjaga kelestarian alam akan membuat tempat ini tetap asri dan indah untuk generasi berikutnya.
Terakhir, siapkan kondisi fisik yang prima karena jalur trekking memerlukan stamina yang cukup.
Curug Lawe dan Curug Benowo bukan sekadar destinasi wisata, melainkan juga ruang alami yang menawarkan keseimbangan antara ketenangan, petualangan, dan keindahan.
BACA JUGA:Mandalika, Surga Wisata Alam dan Budaya di Ujung Selatan Lombok
Perpaduan air terjun yang memesona, jalur trekking yang penuh pengalaman, hingga kehangatan kuliner tradisional, menjadikan kawasan ini layak disebut sebagai surga tersembunyi di lereng Ungaran.
Bagi siapa saja yang tengah mencari alternatif liburan bernuansa alam, perjalanan ke dua curug ini bisa menjadi pilihan tepat.