Kini kolintang tidak hanya hidup di Minahasa, tetapi juga dipentaskan di berbagai daerah Indonesia bahkan sampai mancanegara.
Kolintang pun telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia dan sedang diperjuangkan agar diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
BACA JUGA:Simpolong Tattong: Gelung Bugis yang Menyimpan Nilai Keindahan dan Kekuatan
Bahan dan Bentuk
Kolintang dibuat dari kayu pilihan yang ringan namun padat, sehingga mampu menghasilkan resonansi yang indah. Jenis kayu yang umum dipakai antara lain cempaka, bandaran, wenuang, waru, hingga kayu telur. Bilah kayu dipotong dengan ukuran tertentu untuk menghasilkan nada berbeda, kemudian disusun di atas kotak resonansi.
Dalam satu set ansambel, kolintang terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda. Ada instrumen untuk melodi, ada yang khusus untuk harmoni, ada juga yang berfungsi sebagai bass dan ritme.
Kombinasi semua bagian ini menghasilkan harmoni musik yang utuh, seakan menegaskan bahwa kolintang adalah musik yang lahir dari kebersamaan.
BACA JUGA:Pertunjukan Tari Terinspirasi dari Perjuangan Suku Sawang di Bangka Belitung
Fungsi dalam Kehidupan Masyarakat
Pada awalnya, kolintang memiliki peran sakral.
Ia dipakai dalam upacara adat yang berkaitan dengan penghormatan leluhur dan kepercayaan lokal.
Suaranya dianggap mampu menghadirkan suasana khidmat sekaligus menghubungkan manusia dengan alam roh.
BACA JUGA:Mengenal Tari Magunatip, Tarian Tradisional Dayak Penuh Makna
Namun, seiring berkembangnya zaman, fungsi kolintang semakin meluas.
Kini kolintang hadir di berbagai ruang kehidupan, seperti:
- Mengiringi tarian tradisional Minahasa.
- Menjadi musik pengiring dalam ibadah gereja.
- Ditampilkan di panggung seni, festival budaya, hingga acara kenegaraan.
- Dikombinasikan dengan musik modern, dari pop, jazz, sampai orkestra.
Kemampuan kolintang untuk beradaptasi dengan berbagai genre musik membuktikan bahwa ia bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan juga alat musik yang relevan hingga sekarang.
BACA JUGA:Asal-Usul Budaya Arisan di Indonesia
Cara Memainkan Kolintang
Kolintang dimainkan dengan cara memukul bilah kayu menggunakan alat pukul khusus (mallet). Mallet biasanya dibuat dari kayu dengan ujung yang dililit kain atau benang agar menghasilkan suara yang halus dan tidak terlalu keras.