Danau Paniai memiliki luas sekitar 14.500 hektare dengan kedalaman mencapai 57 meter, sehingga masuk jajaran danau terbesar di Indonesia. Letaknya berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut.
Kondisi geografis ini membuat udara di sekitar danau sejuk bahkan cenderung dingin, terutama saat kabut menyelimuti kawasan. Suasana tersebut menciptakan nuansa eksotis yang menjadi daya tarik tersendiri.
Saat sore hari, pengunjung biasanya menunggu momen matahari tenggelam yang menghadirkan langit jingga, siluet perbukitan, serta kawanan burung yang terbang di angkasa. Pemandangan ini dianggap salah satu momen terbaik yang ditawarkan Danau Paniai.
Lingkungan di sekitar danau juga menghadirkan variasi bentang alam yang unik. Di beberapa titik, pengunjung bisa menemukan hamparan pasir, bebatuan, hingga tebing terjal yang mengelilingi danau.
BACA JUGA:Pisang Goreng Pinkan Mambo Seharga Rp200 Ribu Viral di TikTok
Keragaman lanskap ini memungkinkan wisatawan menikmati panorama dari sudut yang berbeda.
Selain sekadar menikmati pemandangan, beragam aktivitas wisata dapat dilakukan, seperti menyusuri danau dengan perahu bersama pemandu lokal, memancing, atau sekadar berfoto di tepi danau yang menawan.
Bagi masyarakat Kabupaten Paniai, keberadaan danau ini tidak hanya bernilai wisata, tetapi juga menjadi sumber penghidupan.
Danau Paniai menjadi habitat beragam ikan air tawar seperti ikan sembilan, nila, mujair, mas, belut, hingga ikan pelangi yang populer sebagai ikan hias.
BACA JUGA:Volkswagen Digugat, Setir Sentuh ID.4 Dinilai Berbahaya dan Picu Risiko Kecelakaan
Kehadiran berbagai jenis ikan tersebut mendukung kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi karena sebagian hasil tangkapan dijual ke pasar lokal.
Selain ikan, kawasan ini juga terkenal dengan keberadaan udang selingkuh (Cherax albertisii), spesies endemik Papua yang kini mulai langka.
Disebut demikian karena udang ini memiliki capit besar menyerupai kepiting sehingga terlihat berbeda dari udang pada umumnya. Meski bentuknya unik, udang selingkuh memiliki rasa yang khas dan sangat digemari.
Wisatawan yang datang ke Danau Paniai biasanya tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati menu olahan udang ini di warung-warung makan di sekitar danau. Hidangan tersebut bahkan dianggap sebagai salah satu ikon kuliner khas Paniai.
BACA JUGA:Sejarah dan Keunikan Tari Lilin, Warisan Budaya Minangkabau
Selain menjadi destinasi wisata, Danau Paniai memiliki fungsi ekologis penting. Danau ini berperan sebagai penyedia air tawar, menjaga keseimbangan ekosistem, dan menopang kehidupan flora serta fauna di sekitarnya.