Danau Matano, Keindahan Alam dan Sejarah Tersimpan di Luwu Timur

Selasa 12-08-2025,20:16 WIB
Reporter : Yayan Prantoso
Editor : Budi Setiawan

Artefak yang ditemukan antara lain batu rijang—material prasejarah—yang digunakan untuk memantik api dalam proses peleburan bijih besi. 

Keberadaan alat batu di era logam ini menunjukkan bahwa masyarakat Matano tetap memanfaatkan teknologi lama demi fungsi tertentu.

Penggunaan batu rijang di Matano berbeda dengan situs logam lainnya di Sulawesi, seperti Situs Karama yang berusia sekitar 2.000 tahun. Di Karama, artefak batu tersebut tidak ditemukan. 

Perbedaan ini membuka dugaan bahwa masyarakat Matano memiliki tradisi teknologi yang khas atau pernah berinteraksi dengan komunitas prasejarah lain.

BACA JUGA:Air Terjun Banyu Wana Amertha, Surga Tersembunyi di Pegunungan Buleleng

Danau Matano terbentuk akibat patahan tektonik pada masa Pliosen, sekitar 1–4 juta tahun lalu. Ia menjadi yang tertua di antara lima danau yang tergabung dalam sistem Danau Malili, bersama Towuti, Mahalona, Masapi, dan Lontoa.

Jalur Sesar Matano yang membentang sekitar 170 kilometer melewati kawasan ini dan masih aktif hingga sekarang, menjadikannya lokasi penelitian penting di bidang geologi dan ekologi air tawar.

Bagi wisatawan, Danau Matano adalah surga yang memadukan keindahan alam dan sejarah. Air yang jernih, perbukitan hijau, serta udara sejuk menjadi daya tarik utama. 

Sekitar danau terdapat pantai pasir putih, Air Terjun Mata Buntu, dan kolam mata air Bura-Bura yang terkenal akan kejernihannya.

BACA JUGA:Goa Tangkaboba Poso, Wisata Alam Bawah Tanah dengan Air Terjun di Dalamnya

Desa Matano di tepi danau juga menyimpan kompleks pemakaman adat Suku Matano yang telah ada selama berabad-abad. 

Pengunjung bisa berkeliling danau menggunakan perahu, menikmati pemandangan dari berbagai sudut, atau melihat langsung aktivitas nelayan tradisional.

Potensi besar Matano juga diiringi tantangan. Aktivitas pertambangan nikel di Sorowako, pertumbuhan permukiman, dan risiko pencemaran air menjadi ancaman nyata bagi kelestarian danau. 

Karena itu, pemerintah daerah dan pusat perlu memperkuat pengawasan dan menerapkan aturan ketat untuk melindungi ekosistem.

BACA JUGA:32 Destinasi Wisata Bandung yang Wajib Masuk Daftar Liburan Anda

Pengelolaan yang baik akan memastikan Danau Matano tetap lestari, pariwisatanya berkembang secara berkelanjutan, dan manfaat ekonominya dirasakan oleh masyarakat setempat.

Kategori :