MEDIALAMPUNG.CO.ID - Imunisasi merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan individu dan masyarakat. Dengan vaksinasi, tubuh mendapatkan perlindungan terhadap berbagai penyakit menular yang berpotensi berbahaya.
Namun, salah satu keluhan yang sering dialami setelah menerima suntikan vaksin adalah rasa nyeri pada lengan, terutama di area sekitar bekas suntikan. Meski tergolong ringan dan bersifat sementara, rasa tidak nyaman ini bisa cukup mengganggu aktivitas harian.
Agar tidak panik dan bisa mengatasinya dengan tepat, mari pahami apa saja penyebab umum dari nyeri lengan setelah imunisasi serta cara-cara sederhana namun efektif untuk meredakannya.
Rasa sakit atau nyeri setelah vaksinasi biasanya merupakan reaksi normal tubuh. Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebabnya;
BACA JUGA:Pangsa Pasar Produsen Baterai Korea Merosot di Tengah Lonjakan Penjualan EV Global
1. Reaksi Imun Tubuh terhadap Kandungan Vaksin
Ketika vaksin masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan langsung mengenali zat asing tersebut dan mulai membentuk antibodi sebagai bentuk perlindungan. Proses inilah yang seringkali menyebabkan peradangan lokal di tempat suntikan, yang ditandai dengan nyeri, bengkak ringan, atau kemerahan. Ini adalah tanda bahwa vaksin bekerja sebagaimana mestinya.
2. Teknik Penyuntikan
Cara dan lokasi penyuntikan sangat berpengaruh terhadap tingkat rasa sakit. Sebagian besar vaksin disuntikkan secara intramuskular (ke dalam otot), dan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang lebih nyata dibanding suntikan di bawah kulit (subkutan). Selain itu, kesalahan kecil dalam sudut atau kedalaman penyuntikan juga bisa memperburuk nyeri.
BACA JUGA:Raksasa Laut BYD Zhengzhou Tiba di Jakarta, Bawa Ribuan Mobil Listrik
3. Kondisi Otot Saat Disuntik
Jika seseorang merasa tegang, gugup, atau menahan napas saat disuntik, otot-otot lengan akan menjadi kaku. Otot yang tidak rileks dapat menyebabkan rasa sakit yang lebih intens setelah vaksinasi.
4. Kandungan Tambahan dalam Vaksin
Beberapa vaksin mengandung zat tambahan seperti adjuvan, yang berfungsi untuk memperkuat respons imun. Sayangnya, zat ini juga bisa memicu iritasi lokal yang menyebabkan nyeri, kemerahan, atau bahkan sensasi panas di area suntikan.
BACA JUGA:Indonesia Jadi Satu dari Lima Negara Peluncur Hot Wheels Convention Car 2025 di IMX