MEDIALAMPUNG.CO.ID – Di balik sepotong roti dan semangkuk sup hangat, tersimpan rahasia besar yang mampu mengubah masa depan seorang anak.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar intervensi gizi, melainkan fondasi diam-diam yang memperkuat fokus, motivasi, dan semangat belajar di ruang-ruang kelas yang dulu sunyi oleh lapar.
Penelitian yang dilakukan di Aceh dan beberapa kota lain seperti Bogor, Papua, hingga Medan menunjukkan fakta mencengangkan—anak-anak yang mendapatkan MBG mengalami lonjakan konsentrasi signifikan.
Ini bukan angan belaka; data dan studi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguatkannya, bahkan memperlihatkan bahwa program ini menjadi penyambung harapan bagi mereka yang sebelumnya memulai hari dengan perut kosong dan pikiran kosong pula.
BACA JUGA:BGN Pekerjakan Warga Prasejahtera, Dapur MBG Jadi Jalan Menuju Kehidupan yang Lebih Layak
Menurut Dewan Pakar Badan Gizi Nasional (BGN), Ikeu Tanziha, konsentrasi adalah fungsi kognitif yang erat berkaitan dengan perhatian dan identifikasi objek.
“Gizi yang cukup menjadi bahan bakar otak. Tanpa itu, memori jangka pendek akan terganggu, dan anak kehilangan daya simpan informasi dalam hitungan detik,” jelasnya. Ini berarti, tanpa gizi, tak ada fokus; tanpa fokus, mustahil ada prestasi.
Program MBG hadir bukan hanya untuk mengenyangkan, tetapi menyuburkan potensi dalam benak anak-anak Indonesia yang sedang berada dalam periode emas pertumbuhannya.
Protein, zat besi, dan omega 3—komponen gizi utama dalam MBG—ibarat pelumas roda otak yang memperlancar fungsi berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah.
BACA JUGA:Tips Jitu Ajukan KUR Mandiri 2025: Syarat, Dokumen, dan Limit hingga Rp100 Juta
Di SMK Negeri 6 Medan, misalnya, para guru menyaksikan transformasi nyata. Anak-anak yang dulunya absen atau melamun kini hadir penuh semangat dan terlibat aktif dalam pembelajaran.
“Bukan hanya perut mereka yang kenyang, tapi pikiran mereka pun terasa hidup,” ujar seorang guru dengan mata berbinar.
Namun di balik gemilangnya data, masih ada tantangan yang mengintai: budaya konsumsi yang belum sehat dan ketersediaan pangan bergizi yang belum merata.
Ikeu menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan MBG tidak sekadar program sementara, tapi menjadi gerakan nasional.
BACA JUGA:50 Kode Redeem FF Edisi 30 Juli 2025, Dapatkan Skin, Emote dan Diamond Gratis!